Hubungan Berat Badan Lahir Dengan Post Partum Blues dan Perubahan Tekanan Darah Pada Ibu Nifas di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Correlation Between Birth Weight With Postpartum Blues and Blood Pressure Changes Among Postpartum Mothers at Sultan Imanuddin Regional Hospital, Pangkalan Bun
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Masa nifas merupakan periode dengan berbagai perubahan fisiologis dan psikologis setelah persalinan. Berat badan lahir rendah dapat meningkatkan kecemasan dan beban psikologis ibu serta berpotensi memengaruhi kondisi selama masa nifas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan berat badan lahir dengan kejadian post partum blues dan perubahan tekanan darah pada ibu nifas di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 68 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan SOP pengukuran berat badan lahir, kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), dan SOP pengukuran tekanan darah. Analisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar bayi memiliki berat badan lahir normal, yaitu 56 responden (82,4%). Sebanyak 29 ibu nifas (42,6%) tidak mengalami gejala depresi postpartum dan 52 responden (76,5%) memiliki tekanan darah normal. Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan antara berat badan lahir dengan post partum blues (p=0,036; r=-0,255) dan perubahan tekanan darah (p=0,004; r=-0,341), dengan arah negatif dan kekuatan hubungan lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan kejadian post partum blues dan perubahan tekanan darah pada ibu nifas di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Diharapkan menjadi masukan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan pemantauan kondisi psikologis dan fisiologis ibu selama masa nifas.