Perubahan Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus melalui Pelaksanaan Senam Kaki di UPTD Puskesmas Padang Selasa Palembang Changes in Blood Glucose Among Patients with Diabetes Mellitus Following Diabetic Foot Exercise at Padang Selasa Primary Health Center, Palembang

Isi Artikel Utama

Rieke Prioktarika
Sutrisari Sabrina Nainggolan
Yofa Anggraini
Raden Surahmat

Abstrak

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik jangka panjang yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah dan dapat berkembang menjadi komplikasi apabila pengelolaannya tidak dilakukan secara optimal. Selain terapi farmakologis, aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari strategi pengendalian diabetes. Salah satu bentuk latihan yang relatif sederhana untuk diterapkan adalah senam kaki diabetes. Menganalisis perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus sebelum dan sesudah mengikuti senam kaki diabetes di UPTD Puskesmas Padang Selasa Palembang tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest. Sebanyak 35 penderita diabetes melitus dipilih menggunakan teknik quota sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi senam kaki diabetes dilaksanakan pada 9–13 Juni 2026. Kadar glukosa darah sewaktu diukur menggunakan glukometer sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji Shapiro–Wilk digunakan untuk menilai normalitas data, sedangkan perubahan kadar glukosa darah dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil: Pada pengukuran awal, 30 responden (85,7%) berada pada kategori glukosa darah tinggi dan 5 responden (14,3%) termasuk kategori normal. Setelah intervensi, jumlah responden dengan kadar glukosa darah tinggi menurun menjadi 20 orang (57,1%), sedangkan kategori normal meningkat menjadi 15 orang (42,9%). Rerata kadar glukosa darah menurun dari 240,83±65,76 mg/dL menjadi 220,83±63,85 mg/dL, dengan selisih rerata 20,00 mg/dL. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (t=4,195; df=34; p<0,001). Kesimpulan: Senam kaki diabetes berhubungan dengan penurunan kadar glukosa darah dan berpotensi menjadi terapi komplementer yang sederhana dalam mendukung pengelolaan diabetes melitus di pelayanan kesehatan primer.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel