Pengaruh Terapi Inhalasi Uap Peppermint terhadap Kejadian Mual Muntah pada Pasien Dewasa Pasca Kemoterapi Effect of Peppermint Steam Inhalation Therapy on the Incidence of Nausea and Vomiting in Adult Patients After Chemotherapy

Isi Artikel Utama

Nabila Wahyu Nita Ramadani
Dian Nur Wulanningrum
S. Dwi Sulisetyowati

Abstrak

Pendahuluan: Mual muntah akibat kemoterapi (Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting/CINV) merupakan efek samping umum yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien kanker melalui gangguan makan, dehidrasi, kelelahan, dan gangguan aktivitas sehari-hari. Penggunaan antiemetik belum selalu efektif dan dapat menimbulkan efek samping, sehingga terapi nonfarmakologis dirasa lebih adaptif. Terapi inhalasi uap beraroma peppermint berpotensi memberikan efek relaksasi dan mengurangi intensitas mual muntah. Tujuan penelitian ini melihat apakah terapi inhalasi uap beraroma peppermint dapat memberi pengaruh pada penurunan mual pasien pascakemoterapi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment dan rancangan one group pretest-posttest. Responden penelitian adalah pasien kanker pasca kemoterapi di ruang Tulip 5 RSUD Dr. Moewardi sebanyak 35 pasien yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (RINVR) dan intervensi diberikan selama 10–15 menit. Hasil: Mayoritas responden berusia 45–60 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan menjalani siklus kemoterapi tahap awal (1–2). Sebelum diberikan terapi mayoritas responden mengalami mual muntah dengan skala sedang (82,9%), sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami penurunan menjadi skala ringan (65,7%). Uji statistik menggunakan wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terapi uap inhalasi peppermint memberi pengaruh signifikan terhadap penurunan skala mual muntah pasien kanker dewasa pasca kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel