Hubungan Kadar Gula Darah dan Kadar Kolesterol dengan Karakteristik Luka pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Correlation Between Blood Sugar and Cholesterol Levels and Wound Characteristics in Patients with Type II Diabetes Mellitus

Isi Artikel Utama

Prity Yanti
Ade Sucipto
Sri Rahayu

Abstrak

Pendahuluan: Luka diabetik sebagai komplikkasi yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus (DM) Tipe II. Penyembuhan luka ini bisa dipengaruhi oleh kadar gula darah dan kolesterol yang berperan dalam metabolisme serta sirkulasi jaringan pasien saat itu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar gula darah dan kolesterol dengan keparahan luka pada pasien DM Tipe II di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan potong lintang. Populasinya adalah pasien DM Tipe II di rumah sakit dengan rata-rata 62 kunjungan per bulan. Sampel berjumlah 39 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan gula darah sewaktu, kolesterol, dan penilaian luka menurut Meggitt-Wagner. Data dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji Spearman's Rho (tingkat kemaknaan α = 0,05). Hasil: Sebagian besar pasien (18 orang/46,2%) memiliki kadar gula darah sesuai kriteria diabetes. Sebagian besar (32 orang/82,1%) memiliki kadar kolesterol normal. Sementara itu, 16 orang (41,0%) memiliki luka derajat 3. Terdapat hubungan bermakna antara kadar gula darah dan keparahan luka (p = 0,042 < 0,05). Sebaliknya, kadar kolesterol tidak ada hubungan dengan keparahan luka pasien (p = 0,603 > 0,05). Kesimpulan: Semakin tinggi kadar gula darah, semakin buruk karakteristik luka pasien DM Tipe II. Untuk kadar kolesterol tidak menunjukkan adanya hubungan dengan perubahan karakteristik luka pasien.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel