Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Pola Makan dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Correlation between Body Mass Index (BMI) and Dietary Patterns with Preventive Behavior Toward Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)Complications among Patients

Isi Artikel Utama

Amanda Devianis Kurillah
Zuliya Indah Fatmawati
Wahyudi Qorahman MM

Abstrak

Pendahuluan: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit kronis pada saluran pencernaan yang dapat menimbulkan komplikasi seperti esofagitis erosif, striktur esofagus, Barrett's esophagus, hingga adenokarsinoma esofagus. Upaya pencegahan komplikasi GERD dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya indeks massa tubuh (IMT) dan pola makan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan pola makan dengan perilaku pencegahan komplikasi GERD pada pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 37 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran IMT serta kuesioner pola makan dan perilaku pencegahan komplikasi GERD. Analisis data menggunakan analisis univariat dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki IMT normal sebanyak 18 responden (48,6%), pola makan baik sebanyak 35 responden (94,6%), dan perilaku pencegahan komplikasi GERD kategori cukup sebanyak 22 responden (59,5%). Hasil uji Pearson Product Moment menunjukkan tidak terdapat hubungan antara IMT dengan perilaku pencegahan komplikasi GERD (p = 0,315; r = -0,170). Antara pola makan dengan perilaku pencegahan komplikasi GERD juga tidak terdapat hubungan (p = 0,318; r = 0,169).  Kesimpulan: Indeks massa tubuh dan pola makan tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan komplikasi GERD pada pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel