Gambaran Nilai Subjective Global Assessment Pasien Limfoma Overview of Subjective Global Assessment Scores in Lymphoma Patients
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Limfoma adalah keganasan sistem limfatik yang sering menyebabkan gangguan status gizi akibat peningkatan kebutuhan metabolik, penurunan asupan makan, dan efek samping terapi. Kondisi malnutrisi pada pasien limfoma dapat memperburuk respons terapi dan prognosis pasien sehingga diperlukan penilaian status gizi secara dini menggunakan Subjective Global Assessment (SGA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status nilai nutrisi berdasarkan Subjective Global Assessment pada pasien limfoma di RSUD Sayang Cianjur. Metode: Desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 pasien limfoma. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Subjective Global Assessment yang meliputi domain berat badan, asupan makan, gejala gastrointestinal, kapasitas fungsional, penyakit dan kebutuhan gizi, serta pemeriksaan fisik. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada pada kategori SGA B atau malnutrisi ringan-sedang sebanyak 55,0%, SGA A atau status gizi baik sebanyak 25,0%, dan SGA C atau malnutrisi berat sebanyak 20,0%. Mayoritas responden juga mengalami gangguan pada domain berat badan, asupan makan, gejala gastrointestinal, dan pemeriksaan fisik. Kesimpulan: Pasien limfoma memiliki risiko tinggi mengalami malnutrisi sehingga penilaian status gizi menggunakan SGA penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan dasar intervensi nutrisi pada pasien limfoma.