Jurnal Keperawatan Bunda Delima
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd
<p><strong>Jurnal Keperawatan Bunda Delima</strong> adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya:</p> <ul> <li>Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan</li> <li>Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan</li> <li>Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas</li> <li>Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik</li> </ul> <p>JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBDmenawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.</p> <ul> <li><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2656-1166"><strong>p-ISSN: 2656-1166</strong></a></li> <li><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2829-131X"><strong>e-ISSN: 2829-131X</strong></a></li> <li>Distribution: Akses Terbuka</li> <li>Frequency: Monthly</li> </ul> <p><a href="https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/Author_Deadline"><em> </em> Author Guidelines</a></p> <p><a href="https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/submission"><em> </em> Submit Paper Now!</a></p>Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampungid-IDJurnal Keperawatan Bunda Delima2656-1166Asuhan Keperawatan Dengan Diabetes Melitus Tipe II Melalui Penerapan Senam Kaki Diabetes Untuk Mengurangi Gejala Neuropati Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI)
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/331
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi paling umum pada Diabetes Mellitus tipe II dan berdampak pada penurunan perfusi perifer, termasuk penurunan nilai Ankle Brachial Index (ABI). Senam kaki diabetes merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti dapat meningkatkan sirkulasi darah perifer. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis penerapan senam kaki diabetes terhadap peningkatan perfusi perifer dan nilai ABI pada pasien DM tipe II yang mengalami gejala neuropati. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada Tn. T (50 tahun) dan Tn. P (57 tahun) dengan diagnosa perfusi perifer tidak efektif di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo pada bulan Agustus 2025. Intervensi berupa senam kaki diabetes diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15--30 menit setiap sesi. Pengukuran nilai ABI dilakukan sebelum dan sesudah intervensi setiap hari, disertai pengkajian keluhan neuropatik, pemantauan tanda vital, dan edukasi perawatan kaki. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis.</p> <p><strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Penelitian menunjukkan kedua pasien mengalami peningkatan signifikan pada nilai ABI setelah intervensi. Pada hari pertama, Tn. T memiliki nilai ABI 0,68 dan Tn. P sebesar 0,67 (kategori PAD ringan-sedang). Setelah intervensi hari kedua, nilai ABI Tn. T meningkat menjadi 0,71 dan Tn. P menjadi 0,84. Pada hari ketiga, nilai ABI meningkat lebih signifikan, yaitu 0,96 pada Tn. T (batas normal) dan 1,00 pada Tn. P (normal). Keluhan neuropati seperti kesemutan dan kebas berkurang drastis, warna kulit dan akral membaik, perfusi perifer meningkat ditandai dengan CRT normal dan peningkatan kekuatan nadi perifer. Pasien mampu melakukan senam kaki secara mandiri setelah diberikan edukasi. <strong>Kesimpulan</strong>: Senam kaki diabetes terbukti dapat meningkatkan perfusi perifer dan nilai ABI serta mengurangi keluhan neuropati pada pasien DM tipe II.</p>Turizky Alfa ArizonaHana Zumaedza Ulfa1Eko Wardoyo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-308410011110.59030/jkbd.v8i4.331Determinan Kesiapan Praktik Klinis Mahasiswa Keperawatan
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/254
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Kesiapan praktik klinis merupakan aspek krusial dalam pendidikan keperawatan karena menentukan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan secara aman dan profesional di lingkungan pelayanan kesehatan. Mahasiswa keperawatan semester 5 berada pada fase transisi menuju praktik klinis pertama sehingga perlu dipahami faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar, dukungan sosial, kepercayaan diri, dan pengalaman belajar sebelumnya terhadap kesiapan praktik klinis mahasiswa keperawatan semester 5. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 114 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik <em>stratified random sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan pendekatan <em>bootstrapping</em>. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa secara simultan motivasi belajar, dukungan sosial, kepercayaan diri, dan pengalaman belajar sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap kesiapan praktik klinis. Secara parsial, masing-masing variabel independen juga menunjukkan pengaruh terhadap kesiapan praktik klinis mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapan praktik klinis tidak hanya dipengaruhi oleh aspek akademik, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan belajar. <strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong> Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kesiapan praktik klinis mahasiswa keperawatan memerlukan pendekatan pembelajaran yang komprehensif dengan memperhatikan motivasi, dukungan sosial, kepercayaan diri, serta pengalaman belajar sebelumnya.</p>Iradillah al asadi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-30841610.59030/jkbd.v8i4.254Faktor-Faktor Berhubungan dengan Kualitas Pelayanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/353
<p><strong>Latar belakang: </strong>Kualitas layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sangat berperan penting dalam menjamin keselamatan dan kepuasan pasien. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan keperawatan di rumah sakit ‘Aisyiyah Kudus dalam konteks kegawatdaruratan. Tujuan penelitian melihat hubungan keterampilan perawat, profesionalisme perawat, empati perawat dan komunikasi perawat dengan kualitas pelayanan keperawatan di ruang IGD rumah sakit Aisyiyah Kudus. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuatintatif analitik dengan pendekatan potong lintang. Terdapat 154 responden yang terpilih melalui teknik simple random sampling dari total populasi 250 pasien di IGD. Alat yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner keterampilan perawat, kuesioner profesionalisme perawat, kuesioner empati perawat, kuesioner komunikasi perawat, kuesioner kualitas pelayanan di IGD dengan skala likert yang sudah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk setiap variabel. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik dan variabel penelitian, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Nilai p-value < 0,05 yang menyatakan ada hubungan variabel keterampilan perawat, profesionalisme perawat, empati perawat dan komunikasi perawat dengan kualitas pelayanan keperawatan di ruang IGD rumah sakit Aisyiyah Kudus. <strong>Kesimpulan:</strong> Semakin baik keterampilan, profesionalisme, empati, dan komunikasi perawat, maka semakin baik pula kualitas pelayanan keperawatan yang dirasakan oleh pasien.</p>EDWIN PRATAMAEdy SoesantoSukarmin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084818710.59030/jkbd.v8i4.353Studi Kasus Penerapan Foot Exercise untuk Peningkatan Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/329
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Neuropati perifer merupakan salah satu komplikasi kronis tersering pada pasien diabetes melitus yang terjadi akibat kerusakan saraf perifer akibat hiperglikemia berkepanjangan. Kondisi ini menyebabkan gangguan sensasi, perfusi perifer menurun, dan meningkatkan risiko ulkus kaki serta amputasi apabila tidak ditangani secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi asuhan keperawatan pada pasien dengan neuropati perifer melalui pendekatan perawatan kaki dan terapi foot exercise guna memperbaiki sirkulasi darah perifer serta mengendalikan kadar glukosa darah. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Mellitus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung, pengisian instrument nilai AB, dan pemeriksaan fisik. Penelitian dilakukan selama tiga hari dengan fokus intervensi foot exercise selama 15 menit perhari. Parameter evaluasi meliputi keluhan sensorik (kesemutan, kebas) dan nilai ABI sebelum dan sesudah intervensi. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai ABI yang konsisten pada kedua pasien. Pada Ny. S, nilai ABI meningkat dari 0,85 (hari 1) menjadi 0,89 (hari 2) dan 0,92 (hari 3). Pada Tn. M, nilai ABI meningkat dari 0,83 (hari 1) menjadi 0,88 (hari 2) dan 0,91 (hari 3). Ditemukan juga hilangnya keluhan neuropati pada hari ketiga. <strong>Kesimpulan:</strong> foot exercise mampu meningkatkan perfusi perifer dalam waktu relatif singkat 3 hari. Studi kasus ini merekomendasikan penerapan foot exercise secara rutin sebagai bagian dari manajemen mandiri pasien untuk mencegah progresivitas neuropati dan komplikasi vaskular lainnya.</p>Rani DewiHana Zumaedza UlfaEko Wardoyo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084465710.59030/jkbd.v8i4.329Hubungan Riwayat Cedera Dan Obesitas Dengan Tingkat Keparahan Hernia Nukleus Pulposus
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/349
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Insiden HNP adalah sekitar 5 sampai 20 kasus per 1000 orang dewasa setiap tahun dan paling sering terjadi pada orang-orang pada dekade ketiga hingga kelima kehidupan. Penyebab Hernia Nucleus Pulposus (HNP) bisa muncul karena adanya riwayat trauma, obesitas, dan salah postur tubuh dalam mengangkat beban berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan riwayat cedera dan obesitas dengan tingkat keparahan hernia nukleus pulposus di RSU Aisiyah Kudus. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan jenis penelitian analitik korelasi. Populasinya yaitu pasien yang menderita hernia nukleus pulposus rata-rata tiga bulan terahir yaitu bulan Mei-Juli 2025. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan <em>quota sampling </em>. Sehingga jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 33 pasien. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner riwayat cedera, timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan. Analisa kedua variabel menggunakan uji statistik rank spearman. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Penelitian menunjukan bahwa riwayat cedera (p = 0,005) dan obesitas (p = 0,049) dengan tingkat keparahan hernia nukleus pulposus di RSU Aisiyah Kudus. <strong>Kesimpulan:</strong> Ada hubungan antara riwayat cidra dan obesitas dengan tingkat keparahan hernia nukleus pulposus pasien.</p>SRI PURNAMAWATIDewi HartinahIndanah1
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084889410.59030/jkbd.v8i4.349Efektifitas Terapi Jus Carota Sativa Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien HipertensiDi Desa Sukorejo. Kec Kunir. Kab Lumajang
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/296
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Wortel (<em>Carota sativa</em>) adalah sayuran yang mudah diperoleh dan mengandung berbagai zat gizi penting, terutama kalium. Kalium berperan dalam membantu vasodilatasi pembuluh darah, sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh terapi jus wortel terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi, diwilayah puskesmas Kunir lumajang. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 juni sampai 07 juli 2025 mengunakan metode eksperimen dengan rancangan desain One-Group Pretest-Posttest. yang berjumlah 49 orang sample dipilih menggunakan Teknik <em>Non-probability</em> <em>Sampling</em> sebanyak 30 sampel. Data dianalisa menggunakan Uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Rata-rata tekanan darah sistol sebelum diberikan wortel rebus penderita hipertensi yaitu 151,13 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik 93,55 mmhg. Rata-rata tekanan darah sistol penderita hipertensi sesudah diberikan wortel rebus yaitu 124,35 mmHg dan tekanan darah diastol 83,87 mmHg. Nilai p value 0,000. <strong>Kesimpulan:</strong> Ada pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi atau terapi jus carota sativa efektif menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Penelitian ini memberikan bukti potensial untuk penggunaan jus carota sativa sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan hipertensi.</p>Laila Ainun Nafi’ahRizka YunitaSuhariNafolion Nur Rahmat
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084404510.59030/jkbd.v8i4.296Hubungan Self Care Management dengan Kemandirian Activity Daily Living Pasien Pasca Stroke
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/346
<p><strong>Latar belakang:</strong> Activity daily living (ADL) memiliki dampak signifikan pada kemampuan untuk memahami sejauh mana tingkat ketergantungan seseorang dalam menjalani rutinitas harian mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self care management dengan kemandirian activity daily living pasien pasca stroke di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh pasien stroke sebanyak 97 pasien dengan sampel penelitian berjumlah 55 responden yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Monte Carlo Exact Test dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05). <strong>Hasil:</strong> Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self care management dengan kemandirian activity daily living pasien pasca stroke dengan nilai p value = 0.000. <strong>Kesimpulan:</strong> Semakin baik self care management maka semakin meningkat activity daily living pasien pasca stroke</p>tiara julia_ningsihRima Berti Anggraini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084758010.59030/jkbd.v8i4.346Perbedaan Pegetahuan Antara Siswa Perkotaan Dan Siswa Pedesaan Setelah Edukasi Mitigasi Bencana Melalui Metode Kamishibai
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/266
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai bencana alam, salah satunya gempa bumi, karena terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia. Peningkatan aktivitas seismik di wilayah seperti kabupaten Sumedang menegaskan pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini, khususnya pada kelompok rentan seperti siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pegetahuan mitigasi bencana antara siswa yang tinggal di daerah perkotaan dan siswa yang tinggal di daerah pedesaan setelah edukasi mitigasi bencana melalui metode <em>kamishibai</em>. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan teknik deskriptif komparatif mengunakan desain quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V SDN Rancamulya dan SDN Mulyasari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan teknik pengambilan sampel <em>total sampling</em>. Data dianalisis menggunakan <em>Uji Mann-Whitney U</em> pada tingkat tarap signifikansi p < 0,05. <strong>Hasil:</strong> Penelitian menunjukan nilai <em>p-value</em> 0,197 (> 0,05) yang berarti bahwa tidak ada perbedaan antara siswa di pedesaan dan di perkotaan. <strong>Kesimpulan: </strong>Edukasi metode <em>kamishibai </em>efektif meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan dan perkotaan.</p>Yasmin ZulvaHikmat PramajatiImam Tri Sutrisno
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084212710.59030/jkbd.v8i4.266Analisis Kualitas Layanan Rawat Inap Berdasarkan Persepsi Pasien di RSUD Jailolo
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/359
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Pelayanan rawat inap merupakan salah satu komponen utama dalam pelayanan rumah sakit yang berperan penting dalam membentuk persepsi dan kepuasan pasien terhadap mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan rawat inap berdasarkan persepsi pasien di <strong>RSUD Jailolo</strong>, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 95 pasien rawat inap yang dipilih menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengacu pada model SERVQUAL, dengan fokus pada tiga dimensi kualitas layanan, yaitu keandalan, daya tanggap, dan jaminan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. <strong> Hasil</strong><strong>:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kualitas layanan rawat inap dalam kategori baik, terutama pada dimensi keandalan (69,5%). Dimensi daya tanggap dinilai baik oleh 61% responden, sedangkan 39% menilai kurang. Dimensi jaminan menunjukkan hasil paling rendah, dengan 54,8% responden menilai baik dan 45,2% menilai kurang. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun layanan inti telah berjalan cukup baik, masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya pada daya tanggap dan jaminan layanan. <strong>Kesimpulan</strong> penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan rawat inap di RSUD Jailolo secara umum telah dinilai baik, namun peningkatan mutu layanan yang berorientasi pada pasien pada daya tanggap dan jaminan layanan untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien.</p>Arlita NyanyiMusthika Wida Mashitah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084687410.59030/jkbd.v8i4.359Factors Associated With Premarital Sexual Behavior Among Adolescents At SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/338
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Tingginya angka kehamilan saat ini pada remaja usia 15 sampai 19 tahun dan sebagian besarnya adalah kehamilan tidak diinginkan (KTD) dan KTD ini meningkatkan risiko penikahan usia dini. Data global 1 dar 5 anak perempuan menikah sebelum usia 18 tahun dan jumlah ini meningkat 2 kali lipat dinegara berkembang.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan prilaku seksual pranikah pada remaja di SMA 2 Muhammadiyah Bandar Lampung. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 1-30 Sepember 2025. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan <em>cross-sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/siswi Muhammadiyah bandar lampung . Sample yang digunakan yaitu metode propotional Sampling dengan jumlah 206. Pengumpulan data dengan lembar kuisioner, analisis data dilakukan dengan menggunakan program komputer dan uji <em>Gamma</em>. <strong>Hasil:</strong> Terdapat hubungan antara media informasi dengan perilaku seksual remaja <em>p-value = 0,008</em> (< 0,05). Terdapat hubungan antara peran orang tua dengan perilaku seksual remaja, dengan nilai <em>p-value = 0,000</em> (< 0,05), Terdapat hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual remaja, dibuktikan dengan nilai <em>p-value = 0,000</em> (< 0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Ada hubungan antara media informasi, peran orang tua dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual remaja.</p>DestiAnggi Kusuma
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-07-012026-07-018410.59030/jkbd.v8i4.338Hubungan antara Short-Form Video Adiction dengan Kualitas Tidur Remaja
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/256
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kecanduan video pendek pada remaja telah menjadi fenomena yang semakin berkembang dengan adanya platform media sosial yang menyajikan video berdurasi singkat, seperti TikTok dan Instagram reels. Penggunaan yang berlebihan terhadap konten ini telah dikaitkan dengan gangguan kualitas tidur remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan video pendek dengan kualitas tidur remaja di SMAN 3 Sumedang. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian terdiri dari 304 responden yang dipilih secara acak proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner <em>Short Video Addiction Scale</em> (SVAS) untuk mengukur kecanduan video pendek dan <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecanduan video pendek dengan kualitas tidur (p-value 0.001), dimana semakin tinggi tingkat kecanduan terhadap video pendek, semakin buruk kualitas tidur yang dialami oleh remaja. <strong>Kesimpulan</strong> dari penelitian ini adalah bahwa kecanduan video pendek berperan dalam menurunnya kualitas tidur remaja, yang dapat berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental mereka. Disarankan agar remaja diberikan edukasi mengenai dampak negatif penggunaan video pendek pada kualitas tidur mereka dan pengelolaan penggunaan media digital secara bijak.</p>Indah WidyaningsihDedah NingrumIda Nurhidayah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-308471310.59030/jkbd.v8i4.256Inovasi Pemberian Obat Kumur Mint Terhadap Kontrol Rasa Haus Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di RSUD I. A Moeis Samarinda
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/355
<p><strong>Latar Belakang :</strong> Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa harus membatasi asupan cairan, namun hal ini sering menimbulkan mulut kering dan rasa haus berlebih. Obat kumur mint dapat membantu meningkatkan kepatuhan dan mengurangi rasa haus. <strong>Tujuan :</strong> Mengetahui penggunaan obat kumur mint terhadap kontrol rasa haus pasien PGK. <strong>Metode :</strong> Studi kasus dengan intervensi pemberian obat kumur mint. Tingkat haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. <strong>Hasil :</strong> Terjadi penurunan skor rasa haus secara bertahap pada tiga sesi intervensi: Pertemuan 1 sebelum, angka 9 (haus berat) dan sesudah ke angka 5 (haus sedang), pertemuan 2 sebelum angka 7 (haus berat) dan sesudah ke angka 4 (haus sedang), pertemuan 3 sebelum diangka 6 (haus sedang) dan setelah ke angka 3 (haus ringan). Selain itu, berat badan interdialitik stabil kembali setelah hemodialisa (64,0–64,5 kg menjadi 62,5 kg).Terdapat penurunan skor rasa haus setelah pemberian obat kumur mint. <strong>Kesimpulan :</strong> Obat kumur mint efektif digunakan untuk membantu pasien mengontrol rasa haus selama menjalani hemodialisa.</p>Anisa JannahRusni Masnina1Milkhatun1Taufik Septiawan1Rosdiana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084959910.59030/jkbd.v8i4.355Studi Kasus Penerapan Burger Allen Exercise untuk Peningkatan Nilai Ankle Brachial Index Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/330
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Diabetes Melitus (DM) sebagai salah satu penyakit mematikan di dunia. Salah satu komplikasi kronis yang paling sering dialami oleh pasien DM tipe 2 adalah neuropati perifer. Neuropati perifer berpotensi menurunkan perfusi ke ekstremitas bawah yang ditunjukkan oleh penurunan nilai Ankle Brachial Index (ABI). Upaya non-farmakologis seperti Buerger Allen Exercise (BAE) diketahui mampu meningkatkan perfusi perifer dan menurunkan gejala neuropati. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan melalui intervensi BAE terhadap perubahan gejala neuropati dan nilai ABI pada pasien DM tipe 2. <strong>Metode:</strong> Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan dua partisipan yang menjalani asuhan keperawatan penuh meliputi pengkajian, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi BAE diberikan selama 3 hari, dilakukan dua kali per hari, disertai pemantauan gejala neuropati dan nilai ABI. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Adanya perbaikan gejala neuropati seperti penurunan kesemutan, rasa terbakar, dan peningkatan kenyamanan kaki setelah atihan. Pada klien 1, nilai ABI meningkat pada hari ke 1 nilai ABI 0,68, hari ke 2 nilai ABI 0,77, dan hari ke 3 nilai ABI 0,91. Sedangkan pada klien 2 meningkat pada hari ke 1 nilai ABI 0,53, hari ke 2 nilai ABI 0,58, dan hari ke 3 nilai ABI 0,61. Kedua partisipan juga menunjukkan peningkatan kekuatan ekstremitas, penurunan keluhan baal, serta peningkatan stabilitas saat berjalan. <strong>Kesimpulan: </strong>Penerapan Buerger Allen Exercise secara teratur dapat meningkatkan perfusi perifer dan menurunkan gejala neuropati pada pasien DM tipe 2, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi mandiri perawat dalam praktik klinis</p>Melisa ShaqinahHana Zumaedza UlfaEko Wardoyo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084586710.59030/jkbd.v8i4.330Efektivitas Intervensi Peer Support terhadap Peningkatan Kepatuhan Pencegahan Penularan Tuberculosis di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Aisyiyah Kudus
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/350
<p>T</p> <p><strong>Latar Belakang:</strong> Meningkatnya kasus TBC membutuhkan perilaku serius dari pasien untuk patuh dalam pencegahan penularan, salah satunya dengan tindakan <em>peer support</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi <em>peer support</em> terhadap peningkatan kepatuhan pencegahan penularan tuberculosis. Penelitian dilakukan diruang rawat inap rumah sakit Aisyiyah Kudus. <strong>Metode:</strong> Desain penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru yang rawat inap di rumah rumah sakit Aisyiyah Kudus berjumlah 36 pasien. Sampel sebanyak 36 responden yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi dan control masing-masing 16 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner pencegahan penularan yang sudah melalui uji validitas dan reliabilitas. Uji bivariat menggunakan uji <em>mann whitney test</em>. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Penelitian mengindikasikan bahwa pada kelompok intervensi rerata skor kepatuhan pencegahan penularan TB paru mengalami kenaikan yang signifikan selisih penurunan sebesar 15 poin sedangkan pada kelompok kontrol dengan selisih sebesar 3,9 poin, dengan p value 0,000. <strong>Kesimpulan : </strong>Intervensi <em>Peer support</em> efektif terhadap peningkatan kepatuhan pencegahan penularan tuberculosis.</p>MOCH KHOIRUL NIFASukarminEdy Soestanto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-308411712310.59030/jkbd.v8i4.350Hubungan Kualitas Tidur dengan Tingkat Stress Penderita Hipertensi di Ruang Keratun Rumah Sakit Urip Sumoharjo
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/322
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kualitas tidur dan tingkat stres pasien dengan hipertensi adalah dua hal yang dapat mempengaruhi membaik atau memburuknya kondisi hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat stres penderita hipertensi yang dirawat. Penelitian dilakukan di Ruang Keratun RS Urip Sumoharjo. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 dilakukan secara total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan November 2025. Pengumpulan data dengan lembar kuesioner, analisis data dengan uji Spearman Rank <strong>Hasil:</strong> Data univariat 37% pasien mengalami kualitas tidur buruk dan 60,9% mengalami stres berat. Analisis bivariat diperoleh nilai p value 0,001. Berdasarkan analisis hasil kondisi stres pasien memicu pasien untuk menjalani perawatan dirumah sakit, dan selama perawatan kualitas tidur pasien mayoritas cukup, ada sebagian dalam kualitas tidur masih buruk. <strong>Kesimpulan:</strong> Kedua variabel ini saling berhubungan yaitu kualitas tidur buruk dapat meningkatkan tingkat stres pasien, tingkat stres sedang-berat pasien dapat mengurangi kualitas tidur pasien.</p>Novi Maulia SariSugiarto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-308413714510.59030/jkbd.v8i4.322Perbandingan Lingkungan dan Risiko Jatuh Lansia Tinggal di Komunitas dengan Panti Bhakti Kasih Siti Anna Pangkalpinang Tahun 2025
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/347
<p><strong>Latar Belakang</strong>: Risiko jatuh merupakan kejadian yang dialami seseorang secara tidak disengaja yang ditandai dengan posisi tubuh tiba-tiba berada pada posisi duduk atau terbaring di lantai atau tempat yang lebih rendah. Lansia menjadi kelompok yang rentan akibat perubahan fisik, penurunan fungsi tubuh, serta faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lingkungan dan risiko jatuh antara lansia yang tinggal di komunitas dan lansia yang tinggal di Panti Bhakti Kasih Siti Anna Pangkalpinang tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif dan pendekatan <em>cross-sectional</em>, dengan jumlah sampel 62 responden yang terdiri dari 31 lansia di komunitas dan 31 lansia di panti menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner HOME FAST untuk menilai lingkungan dan <em>Morse Fall Scale</em> untuk menilai risiko jatuh, sedangkan analisis data menggunakan uji <em>Independent Sample t-test</em>. <strong>Hasil:</strong> Penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada lingkungan tempat tinggal (p-value = 0,000) dan risiko jatuh (p-value = 0,014) antara lansia di komunitas dan di panti. <strong>Kesimpulan:</strong> Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan di komunitas lebih berisiko, sementara risiko jatuh lebih tinggi pada lansia yang tinggal di panti, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui perbaikan lingkungan dan peningkatan pengawasan lansia.</p>Veby NurdiyantiArjuna
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084130137Hubungan Asupan Karbohidrat dengan Persepsi Kelelahan pada Mahasiswa yang Mengikuti UKM Olahraga Rugby
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/275
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Perkembangan olahraga yang pesat mendorong meningkatnya partisipasi mahasiswa dalam aktivitas fisik intens, salah satunya melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga rugby. Aktivitas fisik berintensitas tinggi yang tidak diimbangi dengan pemenuhan energi yang adekuat, khususnya karbohidrat, berpotensi menimbulkan kelelahan dan penurunan performa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan karbohidrat dengan persepsi kelelahan pada mahasiswa yang mengikuti UKM olahraga rugby. <strong>Metode:</strong> Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan dilaksanakan di UKM Rugby Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang pada 21–30 November. Subjek penelitian berjumlah 33 mahasiswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Asupan karbohidrat diukur menggunakan food record 2 × 24 jam yang dianalisis dengan aplikasi NutriSurvey 2007, sedangkan persepsi kelelahan diukur menggunakan skala Borg. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan karbohidrat kategori kurang (75,76%) dan persepsi kelelahan berada pada kategori ringan hingga sedang. Uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat dan persepsi kelelahan (r = −0,573; p < 0,001), dengan arah hubungan negatif. <strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong> Semakin baik kecukupan asupan karbohidrat, semakin rendah persepsi kelelahan pada mahasiswa UKM rugby.</p>Mira Ain NurlitaAkhmad Faozi Amanda Puspanditianing Sejati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084273910.59030/jkbd.v8i4.275Studi Deskriptif tentang Perilaku Merokok Keluarga pada Anak dengan Pnemonia yang di Rawat di RSUD Jailolo
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/341
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Pneumonia masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Salah satu faktor risiko lingkungan yang penting adalah paparan asap rokok di rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan perilaku merokok keluarga, berdasarkan data yang diperoleh pada saat anak sedang dirawat dengan pneumonia di RSUD Jailolo. <strong>Metode:</strong> Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik accidental sampling terhadap 35 orang tua anak penderita pneumonia yang berobat di Poli Anak RSUD Jailolo selama September 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai jumlah anggota keluarga yang merokok di dalam rumah, jenis rokok yang digunakan, serta derajat konsumsi rokok, kemudian dianalisis secara univariat. <strong>Hasil</strong> menunjukkan 94,2% anak dengan pneumonia tinggal di rumah yang memiliki perokok, dengan 54,2% memiliki dua perokok dan 14,2% lebih dari dua perokok. Jenis rokok yang paling banyak digunakan adalah rokok batang (71,4%), sedangkan paparan rokok batang termasuk kombinasi mencapai 80%. Pada kelompok perokok rokok batang, mayoritas termasuk perokok sedang (10–20 batang/hari) sebesar 64,29%. <strong>Kesimpulan:</strong> Temuan ini menunjukkan tingginya paparan asap rokok rumah tangga pada anak dengan pneumonia. Edukasi rumah bebas asap rokok dan intervensi berhenti merokok berbasis keluarga perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan pneumonia anak.</p>Rahayu A. Abd. KarimMusthika Wida Mashitah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-308411211610.59030/jkbd.v8i4.341Korelasi Premenstrual Syndrome dengan Regulasi Emosi Remaja Putri Awal di SMPN 1 Cimalaka
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/261
<p><strong>Pendahuluan:</strong> <em>Premenstrual syndrome</em> (PMS) merupakan gangguan neuroendokrin yang memicu gejala fisik dan psikologis pada fase luteal siklus menstruasi, yang berpotensi mengganggu kesehatan fisik dan mental serta aktivitas sehari-hari remaja putri awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian PMS dengan regulasi emosi pada siswi kelas VII dan VIII di SMPN 1 Cimalaka, Kabupaten Sumedang, <strong>Metode:</strong> Desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan kerangka biopsikososial George L. Engel (1977). Populasi penelitian terdiri dari 346 siswi berusia 11–13 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 199 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Regulasi emosi diukur menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), sedangkan kejadian PMS diukur menggunakan Shortened Premenstrual Assessment Form (sPAF). Analisis data diawali dengan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman (p < 0,05) menggunakan perangkat lunak JASP. <strong>Hasil</strong> penelitian menunjukkan bahwa prevalensi PMS sebagian besar berada pada kategori sedang (54,8%) hingga berat (32,7%), sementara regulasi emosi didominasi kategori rendah (44,7%). Uji korelasi Spearman menunjukkan (r =-0,191; p = 0,007), menunjukan adanya hubungan kejadian PMS dengan regulasi emosi, arah hubungan negatif yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kejadian PMS, semakin rendah regulasi emosi yang dimiliki responden. <strong>Kesimpulan: </strong>Hubungan signifikan antara PMS dengan regulasi emosi ini menegaskan pentingnya intervensi keperawatan promotif pada regulasi emosi remaja awal.</p>Mutiara JasmineAkhmad FaoziDelli Yulliana RahmatPopi Sopiah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-3084142010.59030/jkbd.v8i4.261Efektivitas Pemberian Teh Daun Salam terhadap Tingkat Nyeri Pasien Gout Arthritis di Desa Umbulsari
https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/356
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Tingginya beban kerja dan bertambahnya usia masyarakat di Desa Umbulsari menjadi faktor pemicu munculnya Gout Arthritis. Kondisi ini memerlukan penanganan yang efektif dan mudah diterapkan. Salah satu alternatifnya adalah mengkonsumsi rutin teh daun salam yang memiliki kandungan antiinflamasi dan analgesik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas teh daun salam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien Gout Arthritis di Desa Umbulsari. Penelitian dilaksanakan pada 21–27 Juli 2025. <strong>Metode:</strong> Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest pada 30 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan nyeri sebelum dan sesudah intervensi. <strong>Hasil:</strong> Penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan skala nyeri menjadi 1–3 (nyeri ringan) setelah pemberian teh daun salam. Uji Wilcoxon menghasilkan p-value = 0,01 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. <strong>Kesimpulan:</strong> Pemberian teh daun salam terbukti efektif menurunkan nyeri pada pasien Gout Arthritis. Kandungan antiinflamasi dan analgesik pada daun salam berperan dalam mengurangi peradangan dan rasa sakit. Terapi ini mudah diterapkan secara mandiri dan dapat menjadi pilihan nonfarmakologis dalam mengontrol nyeri Gout Arthritis.</p>Muhamad SyafaatRo’isahAna Fitria NusantaraR. Endro Sulistyono
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima
2026-04-302026-04-308412412910.59030/jkbd.v8i4.356