https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/issue/feedJurnal Keperawatan Bunda Delima2026-09-12T00:30:49+00:00Nita Linuria, S.Pdnitali1501@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Keperawatan Bunda Delima</strong> adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya:</p> <ul> <li>Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan</li> <li>Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan</li> <li>Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas</li> <li>Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik</li> </ul> <p>JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBDmenawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.</p> <ul> <li><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2656-1166"><strong>p-ISSN: 2656-1166</strong></a></li> <li><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2829-131X"><strong>e-ISSN: 2829-131X</strong></a></li> <li>Distribution: Akses Terbuka</li> <li>Frequency: Monthly</li> </ul> <p><a href="https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/Author_Deadline"><em> </em> Author Guidelines</a></p> <p><a href="https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/submission"><em> </em> Submit Paper Now!</a></p>https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/549Pengaruh Aromaterapi Citrus Lemon terhadap Penurunan Nausea pada Pasien yang Mengkonsumsi Obat Tuberkulosis2026-08-10T14:44:33+00:00Nina Sulianininasuliani1980@gmail.comMareta Akhriansyahmareta85akhriansyah@gmail.comYunita Lianayunitazaid@yahoo.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, dan terapi obat anti tuberkulosis (OAT) sering menimbulkan efek samping berupa nausea yang dapat menurunkan kepatuhan berobat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aromaterapi <em>citrus lemon</em> terhadap penurunan nausea pada pasien TB di Puskesmas Payakabung Ogan Ilir, Sumatera Selatan. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif pra-eksperimental <em>one-group pretest–posttest</em> dengan sampel 26 pasien TB yang mengalami <em>nausea</em>, dipilih secara purposive sampling. Pengukuran <em>nausea</em> menggunakan instrumen <em>Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching</em> (RINVR) sebelum dan sesudah intervensi selama tiga hari. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon</em>. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Rerata skor <em>nausea</em> sebelum intervensi sebesar 17,55 (kategori berat), menurun dengan median 14,00 (kategori ringan) setelah intervensi. Uji <em>Wilcoxon</em> menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan aromaterapi <em>citrus lemon</em> terhadap penurunan <em>nausea</em>. <strong>Kesimpulan:</strong> aromaterapi <em>citrus lemon</em> efektif sebagai intervensi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk mengurangi <em>nausea</em> pada pasien TB yang menjalani terapi OAT.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/510Studi Kasus: Penerapan Senam Jari pada Lansia dengan Diabetes Melitus yang Mengalami Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah2026-07-15T03:50:18+00:00andini fahiza zahrohmahandinifizhf@gmail.comDhian Ika Prihanantodhianika01@gmail.comNorma Risnasarinormarisnasari@unpkediri.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Diabetes Mellitus sebagai penyakit metabolik kronis ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Kejadian pada Lansia meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mudah diterapkan seperti senam jari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil penerapan senam jari terhadap kadar glukosa darah pada Lansia dengan Diabetes Mellitus di Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kediri. <strong>Metode:</strong> Penelitian deskriptif kualitatif, studi kasus pada dua Lansia dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Intervensi senam jari diberikan selama 3 hari berturut-turut sesuai standar operasional prosedur. Pengukuran kadar glukosa darah sewaktu dilakukan menggunakan glukometer setiap pagi sebelum pelaksanaan intervensi. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Studi kasus menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada kedua subjek. Kadar glukosa darah Subjek I menurun dari 266 mg/dL menjadi 168 mg/dL, sedangkan pada Subjek II menurun dari 512 mg/dL menjadi 324 mg/dL setelah penerapan senam jari selama 3 hari. <strong>Kesimpulan:</strong> Penerapan senam jari berpotensi membantu menurunkan kadar glukosa darah, dapat digunakan sebagai satu intervensi keperawatan nonfarmakologis sederhana, aman, dan mudah untuk Lansia dengan ketidakstabilan kadar gula darah.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/567Literatur Review: Pengaruh Senam Kaki Diabetes terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus2026-08-25T06:43:48+00:00Nilam Sekar Rahayunilam.sekar09@gmail.comNadila Hamda Prihatninadilaprihatni15@gmail.comRezza Yuliyanrezaylyn069@gmail.comMeynur Rohmahmeynurrohmah@gmail.comKristina Everentia NgasuKen282929@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Senam kaki diabetes merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang sederhana dan dapat membantu pengendalian kadar glukosa darah melalui peningkatan aktivitas otot, sirkulasi perifer, dan pemanfaatan glukosa. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. <strong>Metode</strong>: Penelitian dilakukan secara literature review dengan data sekunder dari artikel ilmiah yang diperoleh melalui <em>Google Scholar, PubMed, DOAJ, dan ResearchGate.</em> Pencarian dilakukan menggunakan kata kunci terkait senam kaki diabetes, kadar gula darah, dan diabetes melitus, dengan rentang publikasi 2021–2026. Sebanyak 79 artikel ditemukan dan setelah proses identifikasi, penyaringan, serta seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel untuk dianalisis. <strong>Hasil:</strong> Hasil telaah menunjukkan seluruh penelitian yang dianalisis melaporkan penurunan kadar gula darah setelah intervensi. Durasi yang paling banyak digunakan adalah 30 menit per sesi, sedangkan lama intervensi yang paling banyak diterapkan adalah 1 minggu. Penurunan rata-rata kadar gula darah dari sepuluh penelitian sebesar 28,68 mg/dL, dengan penurunan terbesar 54,36 mg/dL dan terendah 7 mg/dL. <strong>Kesimpulan</strong>: Senam kaki diabetes berpengaruh positif terhadap penurunan kadar gula darah dan dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping dalam pengelolaan diabetes melitus.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/546Pengaruh Edukasi Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Pertolongan Pertama Cedera Metode RICE pada Anggota PMR2026-08-10T06:54:47+00:00feni putrifeni62582@gmail.comindriyatiindriyati@usahidsolo.ac.idSutrisnoSutrisno@usahidsolo.ac.idAnik SuwarniSuwarni@gmail.com<p><strong>Pendahuluan</strong><strong>:</strong> Cedera merupakan masalah yang sering terjadi pada remaja, khususnya di lingkungan sekolah. Penanganan cedera yang tepat dapat dilakukan dengan metode RICE (<em>Rest, Ice, Compression, Elevation</em>). Studi pendahuluan di SMA Negeri Mojogedang, pengetahuan anggota PMR tentang metode RICE masih rendah, sehingga diperlukan edukasi yang lebih efektif. Pada penelitian di SMAN Mojogedang menggunkan media audio visual karena mampu menyampaikan informasi secara menarik melalui gambar dan suara, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama cedera menggunakan metode RICE. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh edukasi dengan media audio visual terhadap pengetahuan pertolongan pertama cedera menggunakan metode RICE pada anggota PMR SMA N Mojogedang. <strong>Metode</strong>: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 54 responden anggota PMR SMA N Mojogedang yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan metode RICE. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test setelah data dinyatakan berdistribusi normal berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov. <strong>Hasil</strong>: Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan pertolongan pertama cedera metode RICE. <strong>Kesimpulan</strong>: Edukasi dengan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatkan pemahaman siswa anggota PMR mengenai penanganan cedera metode RICE.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/555Efektivitas Pendidikan Kesehatan Metode Audiovisual dengan Peer Suport Group terhadap Pengetahuan HIV/AIDS pada Remaja2026-08-19T07:15:11+00:00Tiara Mauliza Marselatiaramauliza@icloud.comSyarifah MasthuraMasthura1@gmail.comNursaadahNursaadah@gmail.com<p>HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional yang terus mengalami peningkatan, termasuk pada kelompok remaja. Pengetahuan tentang tentang HIV/AIDS adalah pemahaman yang benar mengenai virus HIV (<em>Human Immunodeficiency Virus</em>) yang melemahkan kekebalan tubuh dan AIDS (<em>Acquired Immunodeficiency Syndrome</em>) sebagai tahap akhir infeksi, beserta cara penularan dan pencegahan. Kurangnya pengetahuan remaja dapat meningkatkan risiko terjadinya perilaku yang berpotensi menyebabkan penularan penyakit tersebut. Oleh karena itu, pentingnya pemberian pendidikan kesehatan menggunakan metode audiovisual dan <em>peer support group </em>untuk menyampaikan informasi secara menarik serta mendorong interaksi aktif pada remaja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode media audiovisual dan <em>peer support group</em> terhadap pengetahuan HIV/AIDS pada remaja. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan <em>one group pretest posttest design</em>. Populasi yaitu seluruh siswa-siswi sebanyak 140 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu <em>purposive sampling</em> sehingga jumlah sampel sebanyak 58 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18-20 April 2026 di SMP Abulyatama Aceh Besar. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon. </em>Hasil penelitian ini didapatkan pengaruh sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan metode audiovisual terhadap pengetahuan HIV/AIDS didapatkan p-<em>value </em>0,001 serta pengaruh sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan metode <em>peer support group</em> terhadap pengetahuan HIV/AIDS didapatkan p-<em>value </em>0,002. Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode media audiovisual dan <em>peer support group</em> terhadap pengetahuan HIV/AIDS pada remaja.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/538Pengaruh Senam Otak (Brain Gym) Terhadap Tingkat Kejenuhan Siswa Dalam Proses Pembelajaran Di smp Negeri 5 Surakarta2026-08-05T05:41:50+00:00Putu Ayu SetiawatiPutuayusetiawati01@gmail.comDian Nur WulanningrumWulanningrum1@gmail.comSahuri Teguh KurniawanKurniawan1@gmail.com<p>Kejenuhan belajar dinilai sebagai keadaan ketika siswa merasakan jenuh, lelah secara mental, kehilangan semangat, serta menurunnya minat dalam mengikuti proses pembelajaran. Kondisi ini dapat menghambat konsentrasi dan menurunkan hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang dapat dijalankan guna mengurangi kejenuhan belajar adalah melalui senam otak <em>(brain gym),</em> yakni serangkaian gerakan sederhana yang bertujuan meningkatkan koordinasi otak, memperlancar aliran darah, dan juga menyegarkan kondisi fisik dan mental siswa. Studi ini mempunyai tujuan dalam melihat bagaimana pengaruh senam otak <em>(brain gym)</em> terhadap tingkat kejenuhan siswa dalam proses belajar di SMP Negeri 5 Surakarta. Studi ini memanfaatkan jenis metode kuantitatif melalui d<em>esain pre-experimental one group pre-test post-test design</em>. Responden penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 5 Surakarta sebanyak 71 responden dengan menggunakan teknik <em>systematic sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat kejenuhan dan Standar operasional prosedur (SOP). Analisis data memanfaatkan <em>uji wilcoxon</em>. Hasil memperlihatkan bahwasanya sebelum pemberian intervensi, tingkat kejenuhan siswa berada dalam kategori tinggi yakni 31 responden (43,7%) serta kategori sedang sebanyak 40 responden (56,3%). Setelah diberikan senam otak, tingkat kejenuhan siswa berada pada kategori rendah yakni 12 responden (16,9%) dan kategori sedang sebanyak 59 responden (83,1%). Hasil <em>uji Wilcoxon</em> memperlihatkan perolehan nilai <em>p value</em> = 0,000 (p<0,05) melalui nilai Z = -5,476 sehingga terdapat pengaruh senam otak terhadap penurunan tingkat rasa jenuh siswa dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 5 Surakarta secara signifikan.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/553Hubungan Pengetahuan dengan Manajemen Kesehatan Menstruasi Remaja Santri Putri di Pesantren Darul Istiqamah 2026-08-17T12:13:59+00:00Sasti Ode Samsudinsastyodesamsudin@gmail.comSunarti BassoBasso1@gmail.comCut Mutiya BunsalBunsal1@gmail.com<p><strong>Pendahuluan :</strong> Menstruasi merupakan proses fisiologis alami yang dialami remaja putri sebagai bagian dari perkembangan dan kematangan sistem reproduksi. Penerapan manajemen kesehatan menstruasi yang baik sangat penting. untuk mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai menstruasi dapat memengaruhi kebiasaan dalam menjaga kebersihan selama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan manajemen kesehatan menstruasi pada remaja santri putri di pesantren darul istiqamah manado. <strong>Metode :</strong> Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri putri yang berjumlah 45 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 45 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan manajemen kesehatan menstruasi. <strong>Hasil :</strong> 30 responden (66,7%) memiliki pengetahuan baik dengan manajemen kesehatan menstruasi yang baik, sedangkan 4 responden (8,9%) memiliki pengetahuan baik namun manajemen kesehatan menstruasi kurang baik. Selain itu, sebanyak 3 responden (6,7%) memiliki pengetahuan kurang baik dengan manajemen kesehatan menstruasi yang baik, sementara 8 responden (17,8%) memiliki pengetahuan dan manajemen kesehatan menstruasi yang kurang baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,001. <strong>Kesimpulan :</strong> Pengetahuan santri putri di pesantren darul istiqamah manado sebagian besar dikategorikan baik, manajemen kesehatan menstruasi juga sebagian besar dikategorikan baik, dan ada hubungan antara pengetahuan dengan manajemen kesehatan menstruasi pada remaja santri putri.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/531Hubungan Kesepian dan Kemampuan Activity Daily Living (ADL) dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Madurejo2026-07-30T03:04:46+00:00syalfira nurazwaanurazwaasyalfira@gmail.coomZuliya Indah Fatmawatizulzullya@gmail.comAde Suciptoantibiotikamoxillin@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Posyandu lansia merupakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia. Pemanfaatan Posyandu dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tingkat kesepian dan <em>Activity Daily Living</em> (ADL). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kesepian dan ADL dengan pemanfaatan Posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Madurejo. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel berjumlah 78 lansia yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen Penelitian ini menggunakan UCLA <em>Loneliness Scale</em>, <em>Indeks Katz</em>, dan lembar observasi pemanfaatan Posyandu, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar (73,1%) responden mengalami kesepian ringan, hampir seluruhnya (93,6%) ADL mandiri, dan sebagian besar (66,7%) pemanfaatan Posyandu baik. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesepian dengan pemanfaatan Posyandu lansia (p = 0,879) maupun antara <em>Activity Daily Living</em> (ADL) dengan pemanfaatan Posyandu lansia (p = 0,733). <strong>Kesimpulan:</strong> Kesepian dan <em>Activity Daily Living </em>tidak berhubungan secara signifikan dengan pemanfaatan Posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Madurejo. Pemanfaatan Posyandu dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di teliti oleh peneliti dalam penelitian ini.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/550Pengaruh Edukasi Keperawatan Berbasis Audio Visual terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru2026-08-12T05:46:00+00:00Nia Janiatiniajaniati12@gmail.comAris Citra Wisudaariscitrawisuda.edu@gmail.comDian Emiliasaridianemiliasari.ners@gmail.comSutrisari Sabrina Nainggolansutrisarisabrinanainggolan@gmail.comCitra Surayacitrasuraya.edu@gmail.comRisdayanti Raharjengrisdayantiraharjeng@gmail.com<p>paru menjadi utama karena berhubungan dengan keberhasilan terapi atau terjadi resistensi obat. Edukasi keperawatan menggunakan media audio visual dapat membantu menyampaikan informasi kesehatan secara menarik, komunikatif, dan mudah dipahami, sehingga berpotensi meningkatkan motivasi pasien untuk mengikuti pengobatan secara konsisten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas edukasi keperawatan berbasis media audio visual terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Tanjung Lubuk.<strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Sebanyak 44 pasien tuberkulosis paru dipilih melalui teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi keperawatan menggunakan video audio visual, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Karena hasil uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal, perubahan skor kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α=0,05.<strong>Hasil:</strong> Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) berada dalam kategori kepatuhan rendah dengan skor rata-rata 2,40±1,25. Setelah edukasi, sebanyak 72,7% responden mencapai kategori kepatuhan tinggi, dengan skor rata-rata meningkat menjadi 7,15±0,95. Uji Wilcoxon menghasilkan Z=-5,787 dan p=0,000 (p<0,05). Seluruh responden menunjukkan positive ranks yang menandakan peningkatan skor kepatuhan setelah intervensi. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi keperawatan melalui media audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. Media ini sudah digunakan sebagai strategi edukasi dan perlu peningkatan agar materi semakin mudah dipahami oleh pasien.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/518Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Pola Makan dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) 2026-07-22T09:05:09+00:00Amanda Devianis Kurillahdevianisamanda@gmail.comZuliya Indah Fatmawatizulzullya@gmail.comWahyudi Qorahman MMwahyudi.qorahman@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> <em>Gastroesophageal Reflux Disease</em> (GERD) merupakan penyakit kronis pada saluran pencernaan yang dapat menimbulkan komplikasi seperti <em>esofagitis erosif, striktur esofagus, Barrett's esophagus</em>, hingga <em>adenokarsinoma esofagus</em><em>.</em> Upaya pencegahan komplikasi GERD dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya indeks massa tubuh (IMT) dan pola makan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan pola makan dengan perilaku pencegahan komplikasi GERD pada pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 37 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran IMT serta kuesioner pola makan dan perilaku pencegahan komplikasi GERD. Analisis data menggunakan analisis univariat dan uji korelasi <em>Pearson Product Moment</em> dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden memiliki IMT normal sebanyak 18 responden (48,6%), pola makan baik sebanyak 35 responden (94,6%), dan perilaku pencegahan komplikasi GERD kategori cukup sebanyak 22 responden (59,5%). Hasil uji Pearson Product Moment menunjukkan tidak terdapat hubungan antara IMT dengan perilaku pencegahan komplikasi GERD (p = 0,315; r = -0,170). Antara pola makan dengan perilaku pencegahan komplikasi GERD juga tidak terdapat hubungan (p = 0,318; r = 0,169). <strong>Kesimpulan:</strong> Indeks massa tubuh dan pola makan tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan komplikasi GERD pada pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Arut Selatan.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/569Pengaruh Bullying Terhadap Resiko Depresi Pada Remaja SMP Negeri 2 Blang Bintang Aceh Besar2026-08-27T03:12:14+00:00Indah Rahmatikaindahrahmatika11@gmail.conMuhammad ArmiyadiArmiyadi1@gmail.comSyarifah MasthuraMasthura1@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td class="s9"> <div> <p class="s12"><span class="s5">Bullying</span><span class="s4"> merupakan permasalahan serius di lingkungan sekolah yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental remaja, termasuk meningkatkan risiko depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh </span><span class="s5">bullying</span><span class="s4"> terhadap risiko depresi pada remaja di SMP Negeri 2 Blang Bintang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 140 siswa dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner </span><span class="s5">bullying</span><span class="s4">dan risiko depresi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami bullying kategori tinggi (52,9%) dan memiliki risiko depresi tinggi (52,1%). Analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh signifikan bullying terhadap peningkatan risiko depresi (p-value = 0,030). Kesimpulan penelitian adalah </span><span class="s5">bullying</span><span class="s4"> berpengaruh terhadap risiko depresi pada remaja. Disarankan perlunya upaya pencegahan melalui edukasi anti-</span><span class="s5">bullying</span><span class="s4">, pengawasan sekolah, serta penguatan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK).</span></p> </div> </td> </tr> </tbody> </table>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/547Pengaruh Konsumsi Rebusan Sarang Burung Walet terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Puskesmas Arut Selatan2026-08-10T14:00:40+00:00Silvi Silvisilviaja566@gmail.comAde Suciptoantibiotikamoxillin@gmail.comEko Budi Laksonolaksonokalteng@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Hipertensi menjadi tantangan kesehatan global dan berkontribusi terhadap tingginya angka kematian. Selain penggunaan obat antihipertensi, penggunaan bahan alami sebagai terapi tambahan semakin banyak diteliti untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Sarang burung walet mengandung banyak zat bioaktif, termasuk protein, asam sialat<em>, Epidermal Growth Factor</em> (EGF), dan senyawa antioksidan yang berpotensi mendukung kesehatan pembuluh darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsumsi rebusan sarang burung walet berdampak pada tekanan darah pasien yang menderita hipertensi di Puskesmas Arut Selatan. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol serta menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Kedua kelompok menerima terapi farmakologis, sedangkan kelompok eksperimen juga diberikan terapi rebusan sarang burung walet. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan alat pengukur tekanan darah digital. Data dianalisis menggunakan uji <em>Mann Whitney U</em> dan uji berpasangan sampel t, dengan tingkat signifikansi 95%. <strong>Hasil</strong>: Penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik kelompok eksperimen turun dari 140,33 mmHg menjadi 130,47 mmHg (p=0,001), dan tekanan darah diastolik turun dari 86,33 mmHg menjadi 80,93 mmHg (p=0,040). Namun, hasil uji <em>Mann Whitney U </em>menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam hal tekanan darah sistolik dan diastolik pasien hipertensi (p>0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan temuan penelitian, konsumsi rebusan sarang burung walet berpotensi menjadi terapi tambahan untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, tetapi penelitian ini tidak menunjukkan data statistik yang cukup untuk menyimpulkan bahwa intervensi tersebut lebih efektif dibandingkan terapi yang diberikan kepada kelompok kontrol.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/566Literatur Review: Pengaruh Senam Kaki Diabetes terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus2026-08-25T06:00:21+00:00Regina Sekar violaReg729360@gmail.comEka Meilindasariekameilinda.sari5@gmail.comSalmma Fariha Hadifarihasalmma@gmail.comMeynur Rohmahmeynurrohmah@gmail.comKristina Everintia NgasuKen282929@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Senam kaki diabetes merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang sederhana dan dapat membantu pengendalian kadar glukosa darah melalui peningkatan aktivitas otot, sirkulasi perifer, dan pemanfaatan glukosa. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. <strong>Metode</strong>: Penelitian dilakukan secara literature review dengan data sekunder dari artikel ilmiah yang diperoleh melalui <em>Google Scholar, PubMed, DOAJ, dan ResearchGate.</em> Pencarian dilakukan menggunakan kata kunci terkait senam kaki diabetes, kadar gula darah, dan diabetes melitus, dengan rentang publikasi 2021–2026. Sebanyak 79 artikel ditemukan dan setelah proses identifikasi, penyaringan, serta seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel untuk dianalisis. <strong>Hasil:</strong> Hasil telaah menunjukkan seluruh penelitian yang dianalisis melaporkan penurunan kadar gula darah setelah intervensi. Durasi yang paling banyak digunakan adalah 30 menit per sesi, sedangkan lama intervensi yang paling banyak diterapkan adalah 1 minggu. Penurunan rata-rata kadar gula darah dari sepuluh penelitian sebesar 28,68 mg/dL, dengan penurunan terbesar 54,36 mg/dL dan terendah 7 mg/dL. <strong>Kesimpulan</strong>: Senam kaki diabetes berpengaruh positif terhadap penurunan kadar gula darah dan dapat dipertimbangkan sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping dalam pengelolaan diabetes melitus.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/540Pengetahuan Patient Safety dan Kepatuhan Perawat dalam Penerapan Surgical Safety Checklist2026-08-05T17:12:00+00:00I PUTU CANDRA PRANATApunxboo182@gmail.comAA Istri Dalem Hana Yundariaa@gmail.comMade UdayanaUdayana1@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Keselamatan pasien pada pelayanan bedah memerlukan penerapan prosedur yang konsisten untuk mencegah kesalahan sebelum tindakan operasi. Salah satu instrumen yang digunakan adalah <em>Surgical Safety Checklist</em> (SSC), terutama fase <em>sign in</em>. Pengetahuan perawat mengenai <em>patient safety</em> diperkirakan berperan dalam membentuk kepatuhan terhadap prosedur tersebut. <strong>Metode: </strong>Penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> dilakukan di Instalasi Bedah Sentral RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah pada 16–30 Juni 2026. Sebanyak 69 perawat dipilih dengan <em>purposive sampling</em>. Data diperoleh melalui kuesioner pengetahuan <em>patient safety</em> dan kepatuhan penerapan SSC fase <em>sign in</em>, kemudian dianalisis menggunakan korelasi <em>Spearman Rank</em>. <strong>Hasil: </strong>Sebanyak 38 perawat (55,1%) memiliki pengetahuan baik dan 35 perawat (50,7%) berada pada kategori cukup patuh. Analisis menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan (r=0,366; p=0,002). <strong>Kesimpulan: </strong>Pengetahuan <em>patient safety</em> berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penerapan SSC, meskipun kekuatan hubungannya rendah. Penguatan pengetahuan perlu disertai supervisi, audit, dan dukungan budaya keselamatan agar pelaksanaan SSC lebih konsisten</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/554PPengaruh Terapi Inhalasi Uap Peppermint terhadap Kejadian Mual Muntah pada Pasien Dewasa Pasca Kemoterapi2026-08-17T13:02:26+00:00Nabila Wahyu Nita Ramadaninabillawnr@gmail.comDian Nur WulanningrumWulanningrum1@gmail.comS. Dwi SulisetyowatiSulisetyowati1@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Mual muntah akibat kemoterapi (<em>Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting</em>/CINV) merupakan efek samping umum yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien kanker melalui gangguan makan, dehidrasi, kelelahan, dan gangguan aktivitas sehari-hari. Penggunaan antiemetik belum selalu efektif dan dapat menimbulkan efek samping, sehingga terapi nonfarmakologis dirasa lebih adaptif. Terapi inhalasi uap beraroma <em>peppermint</em> berpotensi memberikan efek relaksasi dan mengurangi intensitas mual muntah. Tujuan penelitian ini melihat apakah terapi inhalasi uap beraroma <em>peppermint</em> dapat memberi pengaruh pada penurunan mual pasien pascakemoterapi. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain <em>quasi experiment</em> dan rancangan <em>one group pretest-posttest.</em> Responden penelitian adalah pasien kanker pasca kemoterapi di ruang Tulip 5 RSUD Dr. Moewardi sebanyak 35 pasien yang diambil menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner <em>Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching</em> (RINVR) dan intervensi diberikan selama 10–15 menit. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas responden berusia 45–60 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan menjalani siklus kemoterapi tahap awal (1–2). Sebelum diberikan terapi mayoritas responden mengalami mual muntah dengan skala sedang (82,9%), sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami penurunan menjadi skala ringan (65,7%). Uji statistik menggunakan wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). <strong>Ke</strong><strong>simpulan:</strong> Terapi uap inhalasi <em>peppermint</em> memberi pengaruh signifikan terhadap penurunan skala mual muntah pasien kanker dewasa pasca kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi<strong>.</strong></p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/535Pengaruh Terapi Musik Klasik terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Belinyu 2026-07-31T09:06:47+00:00Sri Noviantisrinoviyanti1907@gmail.comMegawatiMegawati@gmail.comSiti Patimah SitiPatimah@gmail.comShandy KusumawardhaniKusumawardhani1@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan periode yang singkat karena munculnya perasaan gugup atau takut yang dialami serta kondisi fisik dan psikologis ibu hamil akan mengalami perubahan. Perubahan psikologis yang terjadi di trimester III pada ibu hamil terkesan lebih kompleks dibandingkan trimester sebelumnya karena disebabkan oleh kondisi kehamilan yang semakin membesar dan membuat ibu hamil lebih sensitif dalam segala hal sehingga menimbulkan kecemasan dan rasa takut terhadap kondisi kandungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Belinyu tahun 2026.<strong>Metode:</strong> Penelitian pra-eksperimental dengan rancangan pretest dan postest. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Belinyu dengan populasi 52 orang. Besaran sampel dalam penelitian ini 38 responden. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 juni sampai 13 juni 2026 di wilayah kerja Puskesmas Belinyu.<strong>Hasil:</strong> Penelitian menggunakan uji T yaitu nilai sig. (2-tailed) p = 0,000 < 0,05. <strong>Kesimpulan:</strong> Ada pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Belinyu tahun 2026.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/552Hubungan Komorbid, Tingkat Pendidikan dan Perilaku Pencegahan dengan Kejadian TBC di Wilayah Kerja Puskesmas Rembang 12026-08-15T06:27:50+00:00nur hidayahhajisoc80@gmail.comNoor HidayahHidayah1@gmail.comDewi HartinahHartinah1@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Kejadian TBC dipengaruhi berbagai faktor, seperti komorbiditas, tingkat pendidikan, dan perilaku pencegahan. Komorbid seperti diabetes melitus dan HIV dapat menurunkan sistem imun sehingga meningkatkan risiko TBC. Pendidikan rendah memengaruhi pemahaman masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan TBC, sedangkan perilaku pencegahan yang kurang baik dapat mempercepat penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan komorbid, tingkat pendidikan, dan perilaku pencegahan dengan kejadian TBC di wilayah kerja Puskesmas Rembang 1. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel berjumlah 104 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). <strong>Hasil:</strong> variable komorbid, hasil uji analisis Fisher's Exact Test (table 2x2) didapatkan nilai ρ value 0,000 kurang dari 0,05. Variabel tingkat pendidikan, hasil uji analisis Fisher's Exact Test (table 2x2) juga didapatkan nilai ρ value 0,008 kurang dari 0,05. Variable perilaku pencegahan, hasil uji analisis Fisher's Exact Test (table 2x2 dan exp count 8,00 > 0) didapatkan nilai ρ value 0,000 kurang dari 0,05 <strong>Kesimpulan:</strong> Ada hubungan variable komorbid dan perilaku pencegahan dengan kejadian TBC. Rekomendasi penelitian ini, Puskesmas Rembang 1 dapat mempertimbangkan bahwa faktor komorbit dan tingkat pendidikan masyarakat berhubungan dengan perilaku pencegahan TBC.</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delimahttps://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/528Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hemodialisis di RSUD Tabanan2026-08-04T12:48:08+00:00Ni Komang Herdiani Sattvikaherdianisattvika@yahoo.co.idA.A Istri Dalem Hanna Yundarihanayundari@gmail.comI Nyoman Asdiwinataasdiwinata@stikeswiramedika.ac.id<p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>Hubungan Dukungan Kelurga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hemodilisis di RSUD Tabanan</strong></p> <p>Ni Komang Herdiani Sattvika<sup>1</sup>, AA Istri Dalem Hana Yundari<sup>2</sup>, I Nyoman Asdiwinata<sup>3</sup></p> <h1><sup>1,2,3</sup>Program Studi Keperawatan Program Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali Denpasar</h1> <p> </p> <p>Penyakit gagal ginjal kronis merupakan proses patofisiologi dengan etiologi yang beragam serta mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progesif yang memerlukan tindakan hemodialisis untuk memperpanjang harapan hidup. Meskipun hemodialisis penting untuk memperpanjang harapan hidup, prosedur ini juga menimbulkan tantangan fisik dan psikologis yang signifikan bagi pasien salah satunya kecemasan terutama yang yang menjalani hemodialisa < 6 bulan. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien hemodilisis di RSUD Tabanan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan <em>observasional analitik</em> dengan pendekatan <em>cross sectional</em> pemilihan sampel menggunakan teknik<em> purposive sampling </em>dengan jumlah sampel sebanyak 51 responden. Dikumpulkan data dengan kuesioner <em>Medical Outcomes Study - Social Support Survey </em><em>dan </em>Kuesioner <em>Beck Anxiety Inventory</em>. Hasil pengukuran Distribusi kelurga pada pasien hemodilisis mayoritas dukungan kelurga baik sebanyak 34 responden dengan persentase 66,7% dan Tingkat kecemasan pada pasien hemodilisis mayoritas tingkat kecemasan sedang sebanyak 30 responden dengan persentase 58,8%. Analisis hubungan dukungan kelurga dengan tingkat kecemasan pada pasien hemodilisis di RSUD Tabanan menggunakan uji <em>sperman Rho</em> didapatkan nilai p=0,001 (<0,05) maka dapat dinyatakan ada hubungan dukungan kelurga dengan tingkat kecemasan pada pasien hemodilisis di RSUD Tabanan. Hubungan yang signifikan dukungan kelurga dengan tingkat kecemasan pada pasien hemodilisis, maka diharapkan perawat membuat suatu edukasi yang inovatif kepada keluarga dan pasien dalam menurunkan kecemasan pada pasien hemodialisis. Bagi layanan keperawatan perlu melibatkan keluarga secara aktif dalam proses perawatan pasien hemodialisis.</p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Dukungan Keluarga, Hemodialisis, Kecemasan</p>2026-09-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima