https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/issue/feed Jurnal Keperawatan Bunda Delima 2026-02-04T04:51:44+00:00 Nita Linuria, S.Pd nitali1501@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Keperawatan Bunda Delima</strong> adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya:</p> <ul> <li>Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan</li> <li>Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan</li> <li>Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas</li> <li>Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik</li> </ul> <p>JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBDmenawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.</p> <ul> <li><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2656-1166"><strong>p-ISSN: 2656-1166</strong></a></li> <li><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2829-131X"><strong>e-ISSN: 2829-131X</strong></a></li> <li>Distribution: Akses Terbuka</li> <li>Frequency: Februari, Agustus</li> </ul> <p><a href="https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/Author_Deadline"><em> </em> Author Guidelines</a></p> <p><a href="https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/submission"><em> </em> Submit Paper Now!</a></p> https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/205 Efektivitas Edukasi Kolaboratif Antara Bidan dan Perawat Medikal Bedah dalam Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dengan Komorbiditas Penyakit Kronis 2025-09-09T04:48:18+00:00 Eqlima Elfira eqlima.elfira@gmail.com Diah Lestari Nasution diah.lestari@usu.ac.id Evi Indriani Br Karo evi_indri@yahoo.com Wirda Faswita wirdafaswita@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Anemia pada ibu hamil dengan komorbiditas penyakit kronis menjadi masalah Kesehatan yang kompleks dan berdampak pada ibu dan janin. Intervensi edukasi kolaboratif oleh tenaga Kesehatan lintas disiplin berpotensi meningkatkan hasil Kesehatan ibu. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas edukasi kolaboratif antara bidan dan perawat medical bedah dalam mencegah anemia pada ibu hamil dengan komorbid di Medan Sunggal. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen pretest-posttest dengan kelompok control. Responden penelitian ini sebanyak 60 ibu hamil trimester II-III yang mengalami anemia ringan-sedang dan memiliki komorbid (DM, hipertensi, CKD). Kelompok intervensi (n=30) menerima edukasi kolaboratif, kelompok control (n=30) mendapat edukasi standar. Analisa data menggunakan uji <em>t </em>independent dan berpasangan. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Rata-rata peningkatan Hb pada kelompok intervensi sebesar +1,4 g/dL (p=0,000), pada kelompok kontrol +0,6 g/dL (p =0,031). Terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,002). <strong>Kesimpulan:</strong> Terjadi peningkatan pengetahuan dan kepatuhan lebih tinggi pada kelompok intervensi dibanding kelompok kontrol. Intervensi edukasi kolaboratif antara bidan dan perawat medikal bedah lebih efektif meningkatkan nilai Hb ibu hamil dibanding jika hanya bidan saja. Peran bidan dalam aspek kehamilan dikombinasikan dengan keahlian perawat bedah dalam manajemen penyakit kronis menghasilkan peningkatan pemahaman dan kepatuhan ibu. Pendekatan interprofessional ini menjadi model yang relevan diterapkan di layanan primer terutama pada populasi yang berisiko tinggi.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/206 Hubungan Frekuensi Hemodialisis dengan Tingkat Stres Pasien 2025-09-13T08:09:12+00:00 Ezra Herdani herdaniezra123@gmail.com Nova Nurwinda Sari salsafebriyanti.student@umitra.ac.id Fitri Anita salsafebriyanti.student@umitra.ac.id <p><strong>Pendahuluan:</strong> Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang wajib dijalani pasien Chronic Kidney Disease (CKD) stadium akhir. Terapi ini dilakukan secara rutin dua hingga tiga kali per minggu dengan durasi 4–5 jam setiap sesi yang seringkali menimbulkan dampak psikologis seperti stres. Stres pada pasien CKD dapat mengurangi kualitas hidup dan meningkatkan risiko komplikasi lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien CKD di Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Penelitian dilakukan secara kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 66 pasien dengan sampel 56 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner <em>Hemodialysis Stress Scale (HSS)</em>, dan analisis data menggunakan uji Chi-square. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien CKD (p-value = 0,001; p &lt; 0,05). <strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong> Semakin sering pasien menjalani hemodialisis, semakin tinggi risiko mengalami stres. <strong>Rekomendasi: </strong>Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini stres serta memberikan intervensi psikososial agar kualitas hidup pasien CKD dapat meningkat.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/207 Hubungan Kebiasan Cuci Tangan Pakai Sabun Dengan Kejadian Diare Akut Anak Sekolah Dasar 2025-09-16T23:38:38+00:00 I Gede Satria Jaya ignasiussatriajaya2@gmail.com Ida Subardiah salsafebriyanti.student@umitra.ac.id Ari Sukma Nela salsafebriyanti.student@umitra.ac.id <p>Pendahuluan: Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada anak usia sekolah, khususnya di negara berkembang. Perilaku cuci tangan pakai sabun merupakan langkah sederhana namun efektif dalam mencegah terjadinya diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare akut pada siswa kelas V di SD Negeri 1 Palapa Bandar Lampung tahun 2025. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 108 orang, dengan sampel berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare (p-value = 0,018 &lt; 0,05). Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik kebiasaan cuci tangan siswa, semakin rendah risiko terjadinya diare. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak sekolah menyediakan sarana cuci tangan yang memadai dan mengintegrasikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat dalam kegiatan belajar sehari-hari.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/208 Pengaruh Edukasi Buku Saku terhadap Pengetahuan Asam Urat pada Lansia 2025-09-24T05:26:44+00:00 Aula Safira Safira olasafiraola@gmail.com Iskandar Iskandar@gmail.com Dewi Sartika Dewi@gmail.com <p>Penyakit asam urat atau artritis gout merupakan penyakit rematik yang disebabkan oleh meningkatnya kadar asam urat dalam tubuh sehingga dapat menimbulkan berbagai gejala. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan melakukan skrining untuk mengukur kadar asam urat, namun hal ini jarang dilakukan karena kurangnya informasi dan kesadaran masyarakat. Informasi dapat meningkatkan pengetahuan dan mempengaruhi perilaku lansia. Upaya peningkatan pengetahuan dapat diberikan melalui pendidikan kesehatan, seperti buku saku yang dirancang sesuai peruntukannya dan sebagai media informasi untuk meningkatkan pengetahuan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi buku saku terhadap pengetahuan asam urat pada lansia. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan <em>one group pretest posttest design</em>. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 59 responden lansia dengan jumlah sampel 20 responden yang dipilih secara <em>purposive sampling</em>. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Kota Banda Aceh pada tanggal 21 sampai dengan 28 April tahun 2025. Analisis data menggunakan uji <em>paired sample t-test.</em> Hasil penelitian ini memperoleh nilai p-<em>value </em>sebesar 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah edukasi buku saku terhadap pengetahuan tentang asam urat pada lansia.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/209 Pengaruh Terapi Bermain Plastisin terhadap Penurunan Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah 2025-09-25T07:08:24+00:00 Muhammad Iqbal S muhammad@gmail.com Syarifah Masthura Syarifah@gmail.com Nabilla Maulida maulidanabilla06@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Hospitalisasi merupakan salah satu kondisi yang mengharuskan anak sakit untuk tinggal di rumah sakit. Anak menerima perawatan intensif selama hospitalisasi yang membuat mereka nyaman dan dapat menghambat proses penyembuhan. Salah satu metode yang dapat dijelaskan adalah dengan memberikan terapi plastisin. Terapi ini dapat memberikan anak rasa aman dan membantu mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah sakit mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi bermain plastisin terhadap penurunan hospitalisasi pada anak usia prasekolah. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini quasi eksperimen dengan pendekatan <em>one group pretest posttest design</em>. Populasi adalah seluruh anak usia prasekolah yang menjalani perawatan sebanyak 58 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu <em>purposive sampling</em> menggunakan rumus Slovin sebanyak 37 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner tentang penurunan hospitalisasi. Penelitian ini telah dilaksanakan di ruang Attin Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh tanggal 11 s/d 20 Juni tahun 2025. Analisis data menggunakan uji <em>paired sampel t-test.</em> <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian didapatkan p-<em>value</em> 0,000 (&lt; 0.05), intervensi penelitian menunjukan ada pengaruh sebelum dan sesudah terapi bermain plastisin terhadap penurunan hospitalisasi pada anak usia prasekolah. <strong>Kesimpulan:</strong> Terapi bermain <em>plastisin </em>menurunan tingkat <em>hospitalisasi </em> pasien anak usia prasekolah.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/212 Hubungan Perilaku Caring Penata Anestesi dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pra Operasi 2025-09-29T02:12:04+00:00 Nurul Kharisma Yoisangadji yoisangadjinurulkharisma@gmail.com Roro Lintang Suryani Roro@gmail.com Amin Susanto Amin@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Sikap <em>c</em><em>aring</em> penata anestesi pada pasien sangat penting dilakukan sehingga pasien akan merasa diperhatikan, merasa aman dari situasi yang mengancam atau situasi yang dapat menyebabkan stress. Kondisi pra operasi dapat meningkatkan kecemasan pasien dan sikap caring dari seorang penata anestesi ini dapat memberi rasa nyaman dan membantu pasien dalam meningkatkan perasaan percaya atas tindakan operasi yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku caring penata anestesi dengan tingkat kecemasan pasien pra operasi di RSUD Labuang Baji Sulsel. <strong>Metode:</strong> Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang akan dilakukan operasi di RSUD Labuang Baji Sulawesi Selatan yang berjumlah 92 responden, teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> analisis univariat variabel pelayanan caring paling banyak adalah penata anestesi selalu caring sebanyak 41 orang (44,6%), tingkat kecemasan paling banyak adalah cemas ringan sebanyak 55 orang (59,8%), dan hasil uji chi square exact didapatkan nilai p=0,000 (p&lt;α=0.05) <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan signifikan antara pelayanan caring penata anestesi dengan tingkat kecemasan pasien pra operasi.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/211 Gambaran Pengetahuan dan Sikap Penata Anestesi tentang Pencegahan Komplikasi Paska General Anestesi di Rumah Sakit Wilayah Sulawesi Barat 2025-10-02T05:26:44+00:00 Sridevi sridevi6@gmail.com Magenda Bisma Yudha Magenda@gmail.com Rahmaya Nova Handayani Rahmaya@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Tujuan utama pemulihan pasca general anestesi adalah penilaian kondisi kritis dan stabilisasi pasien, untuk mencapai tujuan ini perlu pemahaman perawat penata anestesi sebagai tenaga pelaksana anestesi tentang upaya pencegahan dan deteksi komplikasi pasca general anestesi. Perawat penata anestesi memerlukan pengetahuan dan sikap yang mumpuni sebagai seorang perawat penata anestesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap perawat penata anestesi tentang pencegahan komplikasi paska general anestesi. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik komparatif dan rancangan <em>cross-sectional</em>. Kategori data dalam skala kurang, cukup dan baik.<strong>Hasil:</strong> Pengetahuan dan sikap penata anestesi baik sebanyak 10 orang (33.3%); pengetahuan baik dan sikap penata anestesi cukup sebanyak 4 orang (13.3%); pengetahuan dan sikap penata anestesi cukup sebanyak 7 orang (23.3%); pengetahuan cukup dan sikap penata anestesi kurang sebanyak 1 orang (3.3%); pengetahuan kurang dan sikap penata anestesi baik sebanyak 4 orang (13.3%); pengetahuan kurang dan sikap penata anestesi cukup sebanyak 1 orang (3.3%); pengetahuan kurang dan sikap penata anestesi kurang sebanyak 3 orang (10.0%).<strong>Kesimpulan:</strong> Baru 33,3% penata anestesi memiliki pengetahuan dan sikap yang kategori baik, sisanya 66,7% penata anestesi memerlukakan peningkatan pengetahuan dan sikap agar mencapai kategori baik.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/214 Pengaruh Terapi Pelvic Stability Training terhadap Kekuatan Otot Pasien Pasca Stroke 2025-10-07T07:04:13+00:00 Yuke Ambarwati Putri yuke.ambar@gmail.com Dodik Hartono ners.dodikhartono@gmail.com Iin Aini Isnawati iinainiisnawati@gmail.com Suhari kanghari_doktor@unej.ac.id <p><strong>Pendahuluan:</strong> Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan fisik yang dapat menurunkan kekuatan otot dan kemampuan fungsional pasien. Salah satu intervensi rehabilitatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot pasca stroke adalah <em>Pelvic Stability Training</em>, latihan ini berfokus pada kestabilan otot-otot panggul untuk menunjang aktivitas gerak tubuh secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Terapi <em>Pelvic Stability Training</em> Terhadap Kekuatan Otot Pasien Pasca Stroke di Ruang Asoka RSUD dr. Haryoto Lumajang. . <strong>Metode:</strong> Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest</em>. Sampel berjumlah 20 pasien dengan teknik accidental sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi <em>Pelvic Stability Training</em>, seluruh pasien pasca stroke berada pada kategori kekuatan otot skala 3 (100%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan yaitu sebagian besar berada pada skala 4 (65%). Hasil uji satistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (&lt; α = 0,05), ada pengaruh signifikan terapi <em>Pelvic Stability Training</em> terhadap peningkatan kekuatan otot pasien pasca stroke <strong>Kesimpulan:</strong> <em>Pelvic Stability Training</em> memiliki potensi sebagai intervensi rehabilitatif yang efektif dari program terapi rutin dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien pasca stroke.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/216 Gambaran Saturasi Oksigen Pasien Perokok dengan General Anestesi Inhalasi di Ruang Pemulihan 2025-10-08T04:50:00+00:00 Zulkifly Arsyad Usman nurichsan0263@gmail.com Emiliani Elsi Jerau Emiliani@gmail.com Made Suandika Made@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan saturasi oksigen dalam aliran darah adalah merokok Perokok menurut WHO untuk sekarang adalah mereka yang merokok setiap hari untuk jangka waktu minimal 6 bulan selama hidupnya. Merokok adalah kegiatan mengkonsumsi rokok dengan cara membakar rokok dan atau menghisap asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran saturasi oksigen pada pasien perokok dengan general anestesi inhalasi di recovery room.<strong>Metode</strong><strong>:</strong> Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Teknik sampling menggunakan <em>nonprobability sampling </em>dengan <em>purposive sampling </em>sebanyak 60 responden. <strong>Hasil:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa dari total 60 responden, responden memiliki frekuensi merokok sedang, yaitu sebanyak 41 peserta (68,3%), dan frekwensi merokok ringan berjumlah 19 peserta (31,7%). Saturasi oksigen, sebagian besar yaitu 48 peserta (80,0%), memiliki tingkat saturasi oksigen yang normal, yaitu di atas 95%. Sementara, 12 peserta (20,0%) menunjukkan tingkat saturasi oksigen yang rendah, yaitu di bawah 95%. <strong>Kesimpulan: </strong>Pada pasien paska general anestesi inhalasi riwayat frekuensi merokok memberi pengaruh pada kadar saturasi oksigen pasien sebanyak 20%.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/213 Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Lansia dengan Frekuensi Keluhan Nyeri Punggung 2025-10-08T03:08:36+00:00 Achmad Fauzi Kevinfelin@gmail.com Marfuah fuah.suro@gmail.com Erna Handayani ernayani.06@gmail.com Dodik Hartono ners.dodikhartono@gmail.com <p>Pendahuluan: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang umum dialami oleh lansia dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta kemandirian mereka. Aktivitas fisik yang teratur diketahui mampu meningkatkan kebugaran, memperkuat otot, dan mengurangi keluhan nyeri, namun masih banyak lansia yang memiliki tingkat aktivitas fisik rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik lansia dengan frekuensi keluhan nyeri punggung di Puskesmas Tekung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelatif menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 35 orang lansia. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner aktivitas fisik <em>International Physical Activity Questionnaire</em> (IPAQ) dan skala nyeri numerik (<em>Numeric Rating Scale</em>). Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil responden memiliki tingkat aktivitas tinggi dan sedang masing-masing sebanyak 12 responden (34,3%), sedangkan tingkat nyeri sedang juga dialami oleh 12 responden (34,3%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat aktivitas fisik dengan frekuensi keluhan nyeri punggung (p = 0,000; p &lt; 0,05). Kesimpulan: Temuan ini mendukung teori bahwa aktivitas fisik yang cukup dapat membantu menurunkan keluhan nyeri, terutama nyeri punggung, melalui peningkatan fleksibilitas dan kekuatan otot. Oleh karena itu, penting bagi lansia untuk mempertahankan aktivitas fisik secara rutin guna menjaga kesehatan muskuloskeletal.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/219 Gambaran Perilaku Caring Penata Anestesi Terhadap Pasien Dengan Tindakan Sectio Caesaria Di Rsud Lapangan Sawang 2025-10-13T01:01:22+00:00 Feryfiks Efa Manihing Feryfiks@gmail.com Rahmaya Nova Handayani Rahmaya@gmail.com Martyarini Budi martyarini@gmail.com <p>Persalinan dengan Tindakan Sectio Caesarea (SC) semakin meningkat dalam 20 tahun terakhir, namun memiliki resiko komplikasi yang lebih tinggi dibanding dengan persalinan normal. Salah satu factor penting dalam menurunkan kecemasan pasien pre operasi adalah perilaku caring dari penata anestesi. Caring yang ditunjukan melalui kehadiran, komunikasi, penjelasan, dan empati, serta pemberian rasa aman dan nyaman dapat meningkatkan kepercayaan diri serta kesiapan pasien menghadapi operasi. Tujuan: Mengetahui gambaran perilaku caring penata anestesi terhadap pasien section caesarea di RSUD Lapangan Sawang. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan tekhnik purposive sampling pada 30 pasien section caesarea. Instrument yang digunakan berupa kuesioner perilaku caring berdasarkan teori Jean Watson (11 item, skala likert 1-5) serta observasi langsung. Data dianalisa secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, presentase, mean, median, modus dan standar deviasi. Hasil: Rerata total skor caring penata anestesi adalah 3,28 (kategori tinggi). Dimensi dengan skor tertinggi adalah rasa aman dan nyaman (mean 3,5) sedangkan dimensi terendah adalah penjelasan dan informasi (mean 3,0). Distribusi kategori menunjukan bahwa 26 pasien (86,7%) menilai caring penata anestesi pada kategori tinggi, 4 pasien (13,3%) kategori sedang dan tidak ada yang menilai rendah. Kesimpulan: Perilaku caring penata anestesi di RSUD Lapangan Sawang dinilai sudah optimal dan Sebagian besar pasien, khususnya dalam aspek memberikan rasa aman dan nyaman. Namun, aspek penjelasan dan informasi masih perlu ditingkatkan agar pasien memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur operasi dan anestesi.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/215 Pengaruh Pijat Bayi Menggunakan Kombinasi Sunflower Oil Dan Musik Lullaby Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Bayi Usia 0-12 Bulan 2025-10-08T03:35:23+00:00 Djia Retno Sari djiaretnosari@gmail.com Achmad Kusyairi kusyerachmad@gmail.com R. Endro Sulistyono radendro1988@unej.ac.id Iin Aini Isnawati iinainiisnawati@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Masa bayi merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan yang sangat dipengaruhi kualitas tidur. Gangguan tidur dapat berdampak negatif pada proses tumbuh kembang, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Salah satu metode yang terbukti bermanfaat adalah pijat bayi menggunakan minyak bunga matahari <em>(Sunflower oil)</em> yang dipadukan dengan musik lullaby. Kombinasi ini memberikan efek relaksasi sekaligus menutrisi kulit, sehingga membantu bayi tidur lebih nyenyak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pijat bayi menggunakan <em>Sunflower oil</em> diringi musik lullaby terhadap peningkatan kualitas tidur bayi usia 0–12 bulan di Fitri <em>BabySpa </em> Lumajang.</p> <p><strong>Metode:</strong> Desain penelitian menggunakan <em>pre-eksperimen one group pretest-posttest</em>. Sebanyak 98 bayi dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasi pengunjung. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.</p> <p><strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Penelitian menunjukkan sebelum intervensi 80,6% bayi mengalami gangguan tidur ringan, namun setelah pijat dengan kombinasi tersebut 93,9% bayi tidak lagi mengalami gangguan tidur. Uji Wilcoxon menghasilkan p = 0,000 (&lt;0,05), menandakan pengaruh yang signifikan. <strong>Kesimpulan:</strong> Pijat bayi dengan <em>Sunflower oil</em> diiringi musik lullaby efektif merangsang sistem saraf parasimpatis, menimbulkan relaksasi, memperkuat ikatan emosional melalui sentuhan hangat, sekaligus menstimulasi gelombang otak alfa yang memudahkan bayi tertidur lebih cepat, lebih lama, dan dengan kualitas yang lebih baik.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/217 Pengaruh Distraksi Audio Visual: Kartun terhadap Tingkat Kecemasan Anak dengan Hospitalisasi 2025-10-10T03:34:22+00:00 Noer Riza Anwar anwarnuriza@gmail.com Nur Hamim hnurhamim@gmail.com Alwin Widhiyanto widhiyanto.alwin@gmail.com R. Endro Sulistyono radendro1988@unej.ac.id <p>Hospitalisasi merupakan salah satu pengalaman yang tidak menyenangkan baik bagi anak maupun orang tua. Beberapa stressor akan dihadapi saat anak akan dirawat, selama perawatan hingga sampai pemulangannya kembali ke rumah. Dampak dari hospitalisasi yaitu gangguan fisik, psikis dan interaksi sosial anak akan mengalami perubahan, Distraksi audio visual adalah teknik non-farmakologis yang digunakan untuk mengalihkan perhatian seseorang dari rasa nyeri, kecemasan, atau ketidaknyamanan dengan memanfaatkan rangsangan suara dan gambar secara bersamaan.</p> <p>Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah quasi eksperimental dengan pendekatan <em>two group</em> <em>pre and post test control group design. </em>Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan pendekatan teknik <em>non</em><em> probability sampling</em> dengan pendekatan<em> accidental</em><em> sampling </em>dengan total 68 responden sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Alat ukur yang digunakan adalah <em>VAAS</em> dan kuisioner <em>pre school anxiety scale</em></p> <p>Responden <em>anak dengan hospitalisasi</em> pada kelompok kontrol memiliki nilai <em>pretes</em>t rerata tingkat kecemasan sebesar 56.24 dan nilai posttest sebesar 23,47. Responden <em>anak dengan hospitalisasi</em> pada kelompok eksperimen memiliki nilai pretest rerata tingkat kecemasan sebesar 54.5 dan nilai posttest sebesar&nbsp;19,76 Berdasarkan uji analisa <em>Mann whitney</em> diperoleh <em>nilai sig. (2-tailed)</em> sebesar 0.000, atau &lt; α (0,05). Ada Pengaruh Distraksi Audio Visual: Kartun Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Dengan Hospitalisasi di Ruang Bougenville RSUD dr. Haryoto Lumajang.</p> <p>Kartun yang menarik secara visual dan auditori mampu mengalihkan perhatian anak dari lingkungan rumah sakit yang menakutkan atau prosedur yang menyakitkan .Penurunan kecemasan tercermin dalam perubahan fisiologis seperti penurunan denyut nadi dan skala kecemasan yang diukur sebelum dan sesudah intervensi.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/218 Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Penurunan Down Score Bayi Prematur di Ruang NICU RSUD dr. Haryoto Lumajang 2025-10-10T03:54:15+00:00 Linda Amalia syilasaki420@gmail.com R. Endro Sulistyono radendro1988@unej.ac.id Nafolion Nur Rahmat abank.popo272@gmail.com Achmad Kusyairi kusyerachmad@gmail.com <p>Pendahuluan: Kelahiran prematur masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan bayi, baik di Indonesia maupun di berbagai negara lainnya. Masalah pernapasan merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada bayi prematur. Organ tubuh bayi prematur umumnya belum berfungsi dengan optimal sehingga mereka kesulitan beradaptasi dengan lingkungan diluar Rahim, terutama pada organ pernafasan yang dapat diukur dengan <em>Down Score</em><em>.</em> Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Penurunan <em>Down Score</em> Bayi Prematur Di Ruang NICU Rsud Dr. Haryoto Lumajang.</p> <p>Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan pendekatan <em>One Group Pretest Posttest Design</em>. Populasi penelitian ini adalah Bayi prematur usia gestasi 28-36 minggu di Ruang NICU sebanyak 34 sampel. Tehnik sampling menggunakan <em>accidental sampling. </em>Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan data rekam medis pasien, untuk analisa data menggunakan uji <em>Wilcoxon</em>. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei – 25 Juni 2025. Hasil: Penelitian menunjukan potensi efektifitas perawatan metode kanguru dalam menurunkan <em>down score</em> dengan nilai Z sebesar -4.901, terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara <em>Down Score</em> <em>pretest - postest</em> dengan nilai p = 0.00 &lt; 0.05. Kesimpulan: Perawatan metode kanguru efektif menurunkan <em>down score</em> bayi prematur terpasang oksigenisasi di Ruang NICU. </p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/220 Pengaruh Pelatihan Saka Bakti Husada terhadap Peningkatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri 2025-10-17T03:06:48+00:00 Miswantoro anto.miswantoro2@gmail.com Ro'isah roisahakper@gmail.com Marfuah fuah.suro@gmail.com Zainal Abidin zainalabidin@unej.ac.id <p>Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri akibat kurangnya asupan zat besi, dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) menjadi kunci dalam pencegahannya. Namun, kepatuhan tersebut masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Saka Bakti Husada terhadap peningkatan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di MA Ma’arif NU An Naashiri Pasrujambe, Lumajang, Jawa Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan pre-test and post-test one group design. Populasi sebanyak 54 responden dengan Sampel sebanyak 48 responden dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Alat ukur kepatuhan yang digunakan adalah <em>Morisky Medication Adherence Scale</em> (MMAS-8), dengan analisis data menggunakan SPSS-uji Wilcoxon signed ranks test. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang sebanyak 33 orang (68,8%), dan setelah pelatihan meningkat menjadi kategori tinggi pada 26 responden (54,2%). Uji wilcoxon signed ranks test menunjukkan nilai α sebesar -5,687 dengan signifikansi 0,000 (&lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh pelatihan Saka Bakti Husada terhadap peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di MA Ma’arif NU An Naashiri Pasrujambe. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan Saka Bakti Husada efektif dalam meningkatkan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Hasil ini sejalan dengan teori perubahan perilaku yang menyebutkan bahwa edukasi yang baik dapat meningkatkan kepatuhan individu terhadap intervensi kesehatan. Oleh karena itu, pelatihan ini direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif dalam program penanggulangan anemia pada remaja.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/221 Hubungan Perilaku Caring dengan Kepuasan Pelayanan pada Pasien Kusta di UPTD Puskesmas 2025-10-21T03:30:47+00:00 Moch. Fathul Ulum ulumfathul72@gmail.com Suhari kanghari_doktor@unej.ac.id Erna Handayani ernayani.06@gmail.com Alwin Widhiyanto widhiyanto.alwin@gmail.com <p>Pendahuluan: Pasien kusta merupakan kelompok yang rentan mengalami stigma sosial dan diskriminasi, sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada aspek medis tetapi juga menekankan pentingnya perilaku caring dari tenaga kesehatan. Perilaku caring yang ditunjukkan secara konsisten dapat membentuk persepsi positif pasien terhadap kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku caring dengan kepuasan pelayanan yang berpengaruh secara simultan terhadap pasien kusta di UPTD Puskesmas Tunjung, Lumajang, Jawa Timur.. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan melibatkan 34 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh responden (44,1%) menilai perilaku caring perawat dalam kategori kurang, dan persentase yang sama juga menunjukkan bahwa responden merasa kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (&lt;0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring dengan kepuasan pelayanan pasien. Kesimpulan: Hasil ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa hubungan empatik, komunikasi efektif, dan kepedulian perawat memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. Peningkatan kompetensi caring pada tenaga kesehatan sangat diperlukan sebagai strategi peningkatan mutu pelayanan, termasuk pasien kusta.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/222 Pengaruh Pemberian Posisi Pronasi terhadap Perbaikan Pola Nafas dan Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Anak dengan Acute Upper Respiratory Infection 2025-10-21T03:38:54+00:00 Istiqomah alkaifae@gmail.com Widya Addiarto addiartow@gmail.com Suhari kanghari_doktor@unej.ac.id Zainal Abidin zainalabidin@unej.ac.id <p>Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian anak di negara berkembang. Anak-anak lebih rentan mengalami komplikasi ISPA karena sistem imunnya belum sempurna, seperti gangguan ventilasi yang ditandai dengan napas cepat dan penurunan saturasi oksigen. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah posisi pronasi, yaitu posisi telungkup yang membantu ekspansi paru dan distribusi oksigen lebih optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh posisi pronasi terhadap frekuensi napas dan saturasi oksigen pada anak dengan ISPA di Ruang Bougenville RSUD dr. Haryoto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 25 pasien anak yang dipilih secara accidental sampling. Intervensi dilakukan selama 1 jam, dengan pengukuran sebelum dan sesudah menggunakan pulse oximeter. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pada rata-rata saturasi oksigen serta pola napas menuju normal, dengan hasil uji statistik nilai signifikansi untuk pola nafas 0,001 dan saturasi oksigen 0,001.Kesimpulan: Intervensi pemberian posisi pronasi pada pasien anak dengan ISPA efektif memperbaiki pola dafas dan saturasi oksigen.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/223 Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik Seni Pewarnaan Ikat Celup (tie dye ) terhadap Peningkatan Harga Diri Pasien Harga Diri Rendah Kronis di Ruang Rehabilitasi Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem Medan. 2025-10-23T02:43:11+00:00 Indrawati rp2406154@gmail.com Arbani Batubara arbanibatubara@gmail.com EQLIMA ELFIRA eqlima.elfira@gmail.com Wirda Faswita wirdafaswita@gmail.com <p>Pendahuluan : Harga diri rendah adalah salah satu masalah psikososial yang sering dialami oleh pasien gangguan jiwa di rumah sakit jiwa. Pasien dengan harga diri rendah cenderung menunjukkan perasaan tidak berharga, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Salah satu terapi yang dapat membantu meningkatkan harga diri adalah terapi kelompok terapeutik seni pewarnaan ikat celup (tie dye ) yang melibatkan kreativitas, ekspresi diri, dan hasil karya yang dapat menimbulkan rasa bangga serta kepuasan pribadi bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penerapan terapi kelompok terapeutik seni pewarnaan ikat celup (tie dye ) terhadap peningkatan harga diri pasien harga diri rendah kronis di ruang rehabilitasi Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem Medan . Metode: Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi experiment </em>dengan pendekatan <em>one group pre-test and post-test </em>dengan 20 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling </em>sesuai kriteria inklusi. Intervensi terapi dilakukan dalam 4 sesi terapi kelompok selama satu minggu. Pengukuran harga diri dilakukan menggunakan kuesioner <em>Rosenverg Self-Esteen Scale </em>sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test. </em>Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata harga diri pasien, nilai sebelum mengikuti terapi 18.45 dan skor rata-rata harga diri pasien setelah selesai mengikuti terapi adalah 27.15. Hasil uji statistik menunjukan perbedaan signifikan setelah dilakukan terapi (p &lt; 0,001). Kesimpulan: Responden menunjukkan perubahan perilaku positif seperti berani mengekspresikan pendapat, merasa bangga terhadap hasil karya sendiri, dan lebih aktif berinteraksi dengan anggota kelompok lain. Terapi ini dapat dijadikan salah satu alternatif terapi untuk membantu pemulihan psikososial pasien. </p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/224 Pengaruh Motivasi dan Health Locus of Control terhadap Kepatuhan Pengobatan pada Pasien DM Tipe 2 2025-10-23T04:53:50+00:00 Puja Dias Rama Novianto pujadias02@gmail.com Nanda Desreza Nanda@gmail.com Cut Oktaviyana Cut@gmail.com <p>Pendahuluan: Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan adanya hiperglikemia dan termasuk penyakit <em>silent killer</em> artinya penyakit yang membunuh orang secara perlahan. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius bagi penderitanya. Komplikasi penyakit DM tipe 2 disebabkan oleh rendahnya faktor kepatuhan pengobatan ketika menjalani perawatan. Faktor kepatuhan ini memiliki kaitan dengan dukungan atau motivasi diri seseorang serta <em>health locus of control </em>dimana seseorang mempersepsikan kontrol terhadap kesehatan mereka ketika menjalani perawatan penyakit DM tipe 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi dan <em>health locus of control</em> terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien DM Tipe 2. Metode: Jenis penelitian yaitu deskriptif korelasi dengan desain <em>cross sectional study.</em> Populasi adalah seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 berjumlah 254 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu <em>purposive sampling </em>sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini telah dilaksanakan di ruang poli penyakit dalam RSUD Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya pada tanggal 11 s/d 16 Juni tahun 2025. Analisis data menggunakan uji <em>chi square. </em>Hasil penelitian ini yaitu pengaruh motivasi terhadap kepatuhan pengobatan didapatkan <em>p-value </em>0,000 serta pengaruh <em>health locus of control</em> terhadap kepatuhan pengobatan didapatkan <em>p-value </em>0,000. Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh motivasi dan <em>health locus of control</em> terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien DM Tipe 2.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/225 Analisis Determinan Budaya Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh 2025-10-23T05:21:50+00:00 Ainal Mardiah ainalmardhiah022@gmail.com Angga Satria Pratama angga@gmail.com Rita Zahara rita@gmail.com <p>Pendahuluan: Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab semua pihak yang berkaitan dengan pemberian pelayanan kesehatan. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan memiliki peran yang cukup penting bagi terwujudnya keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kerja sama tim, komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang mendukung, pelaporan insiden, dan respon yang tidak menyalahkan terhadap kesalahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan terhadap budaya keselamatan pasien. Metode: Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan desain <em>cross sectional study. </em>Populasi yaitu seluruh perawat di ruang rawat inap sebanyak 74 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu <em>total sampling</em>. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini telah dilaksanakan di ruang rawat inap Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh pada tanggal 26 s/d 31 Juli 2025. Hasil: Berdasarkan hasil uji <em>chi square</em> maka hasil penelitian hubungan kerja sama terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-<em>value </em>= 0,000, hubungan komunikasi terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-<em>value </em>= 0,000, hubungan kepemimpinan terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-<em>value </em>= 0,000, hubungan pelaporan insiden terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-<em>value </em>= 0,003 serta hubungan respon tidak menyalahkan terhadap budaya keselamatan pasien didapatkan p-<em>value </em>= 0,000. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, pelaporan insiden dan respon tidak menyalahkan terhadap budaya keselamatan pasien.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/226 Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Teknologi dengan Pendekatan Sunrise Model terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Lansia Hipertensi Peserta Prolanis Puskesmas Kunir 2025-10-27T05:22:21+00:00 Masruris Sulton andisusilo61435@gmail.com Dodik Hartono ners.dodikhartono@gmail.com Marfuah fuah.suro@gmail.com Ainul Yaqin Salam ainul@gmail.com <p>Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang umum dialami oleh lansia dan memerlukan kepatuhan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan lansia dalam menjalani perawatan hipertensi masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan <em>Sunrise Model</em> terhadap kepatuhan minum obat lansia hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Kunir. Metode yang digunakan adalah <em>pre-experimental design</em> dengan jenis <em>pretest and post-test one group design</em>. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> dengan menggunakan alat ukur kuisioner (MMAS-8). Analisis data menggunakan <em>Wilcoxon test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagianbesar lansia (74,2%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Setelah diberikan edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan <em>Sunrise Model</em>, terjadi peningkatan kepatuhan menjadi kategori sedang pada 74,2% responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi denagn nilai p= 0,000 (p &lt; 0,05). Kesimpulan: Temuan ini sejalan dengan teori Leininger yang menyatakan bahwa edukasi yang mempertimbangkan aspek budaya, nilai, dan keyakinan individu akan lebih efektif dalam mengubah perilaku kesehatan. Pemanfaatan teknologi dalam penyampaian edukasi juga terbukti membantu meningkatkan akses dan pemahaman lansia terhadap informasi kesehatan. Oleh karena itu, pendekatan edukatif ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam program manajemen penyakit kronis di komunitas</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/227 Efektivitas Kompres Dingin 0,9% NaCl terhadap Skala Edema Periorbital pada Pasien Pasca Kraniotomi di Ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang 2025-10-27T05:29:52+00:00 Dedy Kurniawan dahlan3711@gmail.com Achmad Kusyairi kusyerachmad@gmail.com R. Endro Sulistyono radendro1988@unej.ac.id Iin Aini Isnawati iinainiisnawati@gmail.com <p>Pendahuluan: Prosedur <em>craniotomy</em> dapat menyebabkan edema sementara dan ekimosis pada satu atau dua kelopak mata pasien pascaoperasi. Edema ini dapat mengganggu pemantauan tingkat kesadaran pasien, terutama pada pemeriksaan <em>GCS</em> (<em>Glasgow Coma Scale</em>). Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang efektif untuk mengurangi edema periorbital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kompres dingin NaCl 0,9% terhadap skala edema periorbital pada pasien <em>post craniotomy</em>.</p> <p>Metode: Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan <em>two group pre and post test control group design</em>. Teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan <em>non probability sampling</em> dengan metode <em>consecutive sampling</em>, melibatkan 34 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur menggunakan skala edema periorbital (Hossam Elsisi, 2019). Data dianalisis menggunakan <em>independent sample t-test</em> dengan nilai α = 0,05. Hasil: Responden <em>post craniotomy</em> pada kelompok kontrol memiliki nilai <em>pretest</em> rerata skala edema sebesar 1,06 dan <em>posttest</em> sebesar 1,71. Sedangkan kelompok eksperimen memiliki <em>pretest</em> 1,47 dan <em>posttest</em> 0,00. Berdasarkan hasil uji <em>independent sample T-test</em> diperoleh nilai <em>sig. (2-tailed)</em> sebesar 0,000 (p &lt; 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kompres dingin NaCl 0,9% efektif untuk menurunkan skala edema periorbital pada pasien <em>Post Craniotomy</em>. Kesimpulan: Efektivitas kompres dingin NaCl 0,9% dalam menurunkan edema periorbital diduga karena efek vasokonstriksi dari suhu dingin yang mempersempit pembuluh darah lokal, sehingga mengurangi aliran cairan interstisial dan pembentukan edema. Selain itu, NaCl 0,9% bersifat isotonik yang membantu menjaga keseimbangan cairan di jaringan periorbital.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/228 Hubungan Antara Status Gizi Dengan Proses Penyembuhan Luka Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Lumajang 2025-10-27T06:01:22+00:00 Awalani Riska awalaniriska@gmail.com Suhari kanghari_doktor@unej.ac.id Nafolion Nur Rahmat abank.popo272@gmail.com Iin Aini Isnawati iinainiisnawati@gmail.com <p>Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk luka diabetik yang sulit sembuh. Proses penyembuhan luka pada pasien diabetes sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional dan desain deskriptif korelasi. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Islam Lumajang, sedangkan sampel berjumlah 30 pasien diabetes mellitus dengan luka yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Subjective&nbsp; Global&nbsp; Assessment&nbsp; (SGA)&nbsp; dan&nbsp; lembar&nbsp; observasi&nbsp; Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) untuk menilai proses penyembuhan luka. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan status gizi baik mengalami proses penyembuhan luka yang lebih cepat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka diabetes mellitus (p-value &lt; 0,05). Dapat disimpulkan bahwa status gizi yang baik berperan penting dalam mempercepat penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus. Oleh karena itu, intervensi gizi harus menjadi bagian integral dari perawatan pasien diabetes yang mengalami luka.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/229 Pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media Flipchart Terhadap pengendalian Hipertensi di UPTD Puskesmas Sumbersari. 2025-10-27T06:14:41+00:00 Ema Permatasari emapermatasari47@gmail.co Rizka Yunita rizkayunita10@gmail.com Suhari kanghari_doktor@unej.ac.id Dodik Hartono ners.dodikhartono@gmail.com <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi salah satu faktor resiko tertinggi penyebab utama kematian. Edukasi memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah. Diet DASH merupakan salah satu upaya pengendalian hipertensi. Penggunaan media edukasi mempengaruhi hasil yang ingin diperoleh. Media <em>Flipchart</em> efektif dalam pemberian edukasi dan memudahkan dalam memahami apa yang disampaikan kepada penderita hipertensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media <em>Flipchart </em>Terhadap pengendalian hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan pre–post test design. Populasi dalam penelitian ini yaitu penderita hipertensi usia 35-59 tahun di UPTD Puskesmas Sumbersari. &nbsp;Jumlah responden sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pengendalian Hipertensi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam kategori pengendalian hipertensi yang sebelumnya hanya ada 10 responden dengan kategori baik. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengendalian hipertensi yaitu 28 responden dengan kategori baik. Untuk pengendalian hipertensi kategori cukup dan kurang mengalami penurunan, dari 14&nbsp; dan 20 responden menjadi 8 masing-masing 8 responden. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan berpengaruh positif dalam meningkatkan pengendalian hipertensi pada responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,797 dengan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengendalian hipertensi sebelum dan sesudah edukasi. Peneliti menilai bahwa pemberian edukasi diet DASH dengan media <em>flipchart </em>mempunyai pengaruh yang baik terhadap pengendalian hipertensi. Edukasi yang diberikan secara berkelanjutan kepada penderita hipertensi maka semakin banyak penderita hipertensi yang terkendali.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/230 Implemetasi Sleep Hygiene dan Back Rub pada Anak yang Dirawat di Rumah Sakit dengan Gangguan Pola Tidur 2025-10-31T01:50:15+00:00 Angga Prayoga ridho270109@gmail.com Anggi Kusuma AnggiKusuma@gmail.com Rini Palupi Palupi@gmail.com Aditya Eko Hariyanto Aditya@gmail.com <p>Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan stres yang berdampak pada gangguan pola tidur, seperti insomnia dan gangguan ritme sirkadian. Gangguan ini memperlambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup anak selama perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi sleep hygiene dan back rub terhadap gangguan pola tidur pada anak yang menjalani hospitalisasi di ruang anak Kenanga RSUD Pesawaran. Metode yang digunakan adalah studi pendahuluan dengan pendekatan deskriptif pada dua anak yang menjalani hospitalisasi, masing-masing diberikan satu intervensi <em>(sleep hygiene dan back rub</em>). Hasil menunjukkan bahwa kedua anak mengalami peningkatan kualitas tidur dan penurunan kecemasan setelah diberikan intervensi. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa sleep hygiene dan back rub dapat memperbaiki kualitas tidur melalui perbaikan rutinitas tidur, relaksasi otot, dan penurunan stres. Kesimpulannya, terapi sleep hygiene dan back rub efektif dalam menangani gangguan pola tidur pada anak selama hospitalisasi. Saran untuk pihak rumah sakit adalah meningkatkan edukasi kepada keluarga tentang manfaat intervensi non-farmakologis ini. Perawat diharapkan mengintegrasikan terapi ini dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas tidur anak selama dirawat.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/231 Hubungan Kunjungan Posyandu Lansia dengan Kemampuan Pengendalian Hipertensi Lansia di desa Bades Kecamatan Pasirian 2025-11-05T02:53:04+00:00 Miftahul Faizah miftahulfaizah358@gmail.com Ro'isah roisahakper@gmail.com Marfuah fuah.suro@gmail.com Zainal Abidin zainalabidin@unej.ac.id <p>Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Posyandu Lansia memiliki peran penting sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada upaya promotif dan preventif terhadap berbagai penyakit, termasuk hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kunjungan Posyandu Lansia dengan kemampuan pengendalian hipertensi pada lansia di Desa Bades Kecamatan Pasirian. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh lansia dengan hipertensi yang mengikuti Posyandu Lansia di Desa Bades Kecamatan Pasirian pada bulan Juni 2025 sebanyak 201 responden, dengan jumlah sampel 134 responden yang ditentukan menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan data rekam medis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Contingency Coefficient.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kunjungan aktif ke Posyandu Lansia, yaitu sebanyak 84 responden (62,7%). Selain itu, mayoritas responden juga memiliki kemampuan pengendalian hipertensi yang baik sebanyak 91 responden (67,9%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara kunjungan Posyandu Lansia dengan pengendalian hipertensi pada lansia (koefisien kontingensi = 0,651; p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kunjungan aktif ke Posyandu Lansia berperan penting pada kemampuan pengendalian hipertensi pada lansia. Peningkatan partisipasi lansia dalam kegiatan Posyandu dapat memperkuat pemantauan tekanan darah, meningkatkan pengetahuan kesehatan, serta mendorong kepatuhan terhadap pengobatan.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/232 Efektivitas Kompres Hangat Kayu Manis dan Jahe Merah terhadap Nyeri pada Gout Arthritis 2025-11-05T03:07:13+00:00 Arini Fitria ariniftr777@gmail.com Marfuah fuah.suro@gmail.com Erna Handayani ernayani.06@gmail.com Ainul Yaqin Salam ays.nerz@gmail.com <p>Pendahuluan: Tinggi nya konsumsi makanan mengandung asam urat menjadi faktor terjadi nya <em>g</em><em>out arthritis </em>populasi dewasa di desa Rogotrunan Kabupaten Lumajang.<em> </em>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Kompres Hangat Kayu Manis dan Jahe Merah terhadap Nyeri pada Penderita <em>gout arthritis </em>di Posyandu Melati, yang dilaksanakan pada tanggal 16-24 Juli 2025. Metode penelitian secara kuasi eksperimen, desain <em>two group pretest-posttest</em>, sampel diperoleh secara <em>purposive sampling</em> sebanyak 30 sampel. Hasil: Penelitian intervensi kedua terapi sama-sama efektif menurunkan nyeri, kompres kayu manis bekerja efektif dalam jangka waktu 5–7 hari, sedangkan kompres jahe merah lebih cepat, yaitu dalam 3–5 hari. Menurut Uji T Test dengan nilai kompres hangat kayu manis dengan hasil 0.028 dan jahe merah dengan hasil 0,017 &lt; 0,05, sehingga dapat dinyatakan H1 diterima yang artinya terdapat perbedaan yang singnifikan kompres hangat kayu manis dan jahe merah. Kesimpulan: Kompres kompres hangat kayu manis dan kompres hangat jahe merah, keduanya efektif menurunkan nyeri pasien <em>gout arthritis</em><em>, </em>terdapat perbedaan 0.11 sehingga menjadikan kompres hangat jahe merah lebih unggul sebagai pilihan terapi komplementer nonfarmakologis untuk percepatan penurunan nyeri.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/233 Pengaruh Edukasi Media Visual Perilaku Cerdik Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi di Era Integrasi Layanan Primer di Desa Bades Kecamatan Pasirian 2025-11-10T03:52:38+00:00 Uswatun Hasanah uswatun.lmj15@gmail.com Alwin Widhiyanto widhiyanto.alwin@gmail.com R. Endro Sulistyono radendro1988@unej.ac.id Iin Aini Isnawati iinainiisnawati@gmail.com <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berdampak pada penurunan kualitas hidup. Di era integrasi layanan primer, upaya edukasi berbasis media visual seperti perilaku CERDIK menjadi strategi yang relevan dan aplikatif dalam meningkatkan pemahaman serta kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media visual perilaku CERDIK terhadap peningkatan kualitas hidup lansia hipertensi di Desa Bades, Kecamatan Pasirian.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian ini menggunakan desain <em>pre-experimental</em> dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest</em>. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia hipertensi sebanyak 65 orang, dan sebanyak 46 responden dipilih secara <em>purposive sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi yang dilakukan pada bulan juni 2025. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kategori sedang (67,4%), dan setelah intervensi meningkat menjadi 91,3%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -4,359 dengan p-value 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang sangat signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi media visual perilaku CERDIK efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi, sejalan dengan teori bahwa pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik lansia dapat meningkatkan kesadaran dan pengelolaan penyakit secara mandiri.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/234 Hubungan Spiritualitas dan Self efficacy terhadap Resiliensi Perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang 2025-11-10T04:06:04+00:00 Yuliati Fatimah teguhjule9@gmail.com Iin Aini Isnawati iinainiisnawati@gmail.com Suhari kanghari_doktor@unej.ac.id Erna Handayani ernayani.06@gmail.com <p>Pendahuluan: <em>Resiliensi </em>adalah kemampuan mengendalikan diri, menyelesaikan masalah dengan baik, dan mampu mengelola stres dengan mengubah cara berpikir ketika menghadapi masalah sehingga dapat menggunakan cara-cara yang efektif untuk bertahan hidup. Untuk memiliki kemampuan <em>Resiliensi</em> salah satunya diharapkan memiliki tingkat spiritualitas dan <em>self efficacy</em> yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat Spiritualitas dan <em>self efficacy</em> terhadap <em>resiliensi</em> perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang Metode: Desain penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan <em>cross sectional, </em>dengan responden perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang sebanyak 20 responden, metode pengambilan <em>sample </em>yaitu <em>total sampling. </em>Pengambilan data menggunakan kuesioner dan di analisis dengan menggunakan <em>spearman rho.</em> Hasil: Berdasarkan hasil data didapatkan Spiritualitas sedang sebanyak 16 (80%) responden dan <em>spritualitas</em> tinggi ada 4 (20%) responden, sedangkan <em>Self efficacy</em> dan <em>Resiliensi</em> semuanya menunjukkan hasil tingkat tinggi yaitu 20 (100%) responden. Data Analisis menggunakan <em>spearman rho</em> di dapatkan nilai <em>p </em>X1 terhadap Y 0,008 &lt; 0,05 dan X2 terhadap Y &lt;0,001 yang artinya H<sub>1</sub> diterima, sehingga ada Hubungan Spiritualitas dan <em>Self efficacy</em> terhadap <em>Resiliensi</em> Perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang. Kesimpulan: Hasil penelitian ini ada Hubungan Spiritualitas dan <em>Self efficacy</em> terhadap <em>Resiliensi</em> Perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang, disarankan kepada rumah sakit untuk memberikan jadwal bimbingan <em>spiritual</em> atau pelathan emosi untuk meningkatkan <em>relisiensi</em> perawat atau petugas lainnya.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/235 Hubungan Antara Peran Pendamping Minum Obat (PMO) Dan Motivasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Paru Di UPT Puskesmas Tekung Lumajang 2025-11-10T04:13:21+00:00 Muhammad Ali Shofyan aliefyan718@gmail.com Ro’isah roisahakper@gmail.com R. Endro Sulistyono radendro1988@unej.ac.id Ana Fitria Nusantara anafitriaachmad@gmail.com <p>Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien yang tinggi. Kurangnya motivasi dan lemahnya pendampingan selama masa pengobatan dapat menyebabkan ketidakpatuhan pasien, yang berisiko menimbulkan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran Pendamping Minum Obat (PMO) dan motivasi dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB di Puskesmas Tekung Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi analitik. Sampel berjumlah 35 responden yang diambil dengan teknik <em>Purposive sampling</em>. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki peran PMO dalam kategori sangat baik (65,7%), motivasi tinggi (74,3%), dan tingkat kepatuhan yang patuh (77,1%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran PMO dengan kepatuhan (p = 0,000; r = 0,626) dan motivasi dengan kepatuhan (p = 0,000; r = 0,926). Sehingga Temuan ini sesuai dengan teori bahwa faktor eksternal seperti dukungan dari PMO dan faktor internal seperti motivasi sangat mempengaruhi kepatuhan pengobatan TB Paru. Di harapkan intervensi peningkatan kualitas PMO serta upaya memperkuat motivasi pasien melalui edukasi dan dukungan sosial dalam meningkatkan keberhasilan terapi TB Paru</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/236 Pengaruh Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) Terhadap Peningkatan Intake Oral Pada Bayi Prematur Di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang 2025-11-13T03:44:58+00:00 Ervina Almeliayanti ervinaalmel@gmail.com Rizka Yunita rizkayunita10@gmail.com Suhari kanghari_doktor@unej.ac.id Ainul Yaqin Salam ays.nerz@gmail.com <p>Penyebab utama keterlambatan pemulangan bayi prematur dari rumah sakit adalah kurangnya pemberian makanan secara mandiri. Penyebab bayi prematur mengalami hambatan ini meliputi tonus postural yang tidak memadai, tidak adanya refleks menelan, ketidakmampuan melakukan self-regulation, serta kondisi fisiologis yang tidak stabil. Masalah yang timbul dari keterampilan minum per oral pada bayi prematur menyebabkan pencapaian pemenuhan nutrisi yang tidak optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh <em>Premature Infant Oral Motor Intervention</em> (PIOMI) Terhadap Peningkatan <em>Intake Oral</em> Bayi Prematur di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pra-Experiment pendekatan <em>One Group Pretest Posttest Design</em>. Populasi penelitian ini adalah bayi prematur usia gestasi 32-34 minggu di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pegambilan data menggunakan Lembar observasi. Analisa data menggunakan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh PIOMI terhadap peningkatan intake oral bayi prematur. Rata-rata intake oral pretest 5.067 dan postest 32,17. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan intake oral bayi prematur dengan nilai P= 0.000&lt;0.05. Metode dengan 8 langkah gerakan PIOMI mampu meningkatkan jumlah intake oral bayi prematur secara signifikan. Selain pada kemampuan mengisap, tapi juga pada kenaikan berat badan serta memperpendek masa perawatan.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/237 Pengaruh Terapi Walking Exercise Terhadap Perfusi Perifer Pasien Diabetes Mellitus Di Posyandu Desa Pronojiwo 2025-11-13T03:53:31+00:00 Atik Fitri Ningsih fatika178@gmail.com Suhari kanghari_doktor@unej.ac.id Nafolion Nur Rahmat abank.popo272@gmail.com Ainul Yaqin Salam ays.nerz@gmail.com <p>Pendahuluan: Perfusi perifer yang terganggu merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh pasien diabetes mellitus akibat kerusakan pembuluh darah perifer. Gangguan ini meningkatkan risiko ulkus diabetikum hingga amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aliran darah perifer adalah intervensi walking exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi walking exercise terhadap perfusi perifer pasien diabetes mellitus di Posyandu Desa Pronojiwo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode <em>pre-experimental design</em> dengan pendekatan <em>one group pre-test and post-test design</em>. Jumlah sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>, yaitu pasien diabetes mellitus yang mengalami ulkus diabetikum. Pengukuran perfusi perifer dilakukan menggunakan metode Ankle Brachial Index (ABI), dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, hampir seluruh responden memiliki ABI kategori abnormal, yaitu 90,3% (kiri) dan 83,9% (kanan). Setelah diberikan intervensi walking exercise, mayoritas responden menunjukkan perbaikan menjadi kategori normal, yaitu 64,7% (kiri) dan 54,8% (kanan). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai ABI sebelum dan sesudah intervensi baik pada ekstremitas kiri (Z = -4,123; p = 0,000) maupun kanan (Z = -3,464; p = 0,001). Kesimpulan: intervensi walking exercise berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perfusi perifer pasien diabetes mellitus. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa aktivitas fisik teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memperbaiki fungsi vaskular.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/238 Hubungan Spiritual Care dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh 2025-11-17T10:48:15+00:00 M.A. Hafizh Alhilal hafizhabiyu869@gmail.com Maimun Tharida Uni@gmail.com Riyan Mulfianda Riyan@gmail.com <p>Pendahuluan: Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan menyeluruh termasuk aspek fisik, psikologis dan spiritual. Kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe II sangat dipengaruhi oleh kemampuan beradaptasi terhadap penyakit dan dukungan yang diterima, termasuk dukungan spiritual. Spiritual <em>care</em> berperan penting dalam meningkatkan ketenangan batin, motivasi dan kepatuhan dalam menjalani terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan spiritual <em>care dengan</em> kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe II. Metode: Jenis penelitian yaitu deskriptif korelasi dengan desain <em>cross sectional study.</em> Populasi adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe II berjumlah 182 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu <em>purposive sampling </em>sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini telah dilaksanakan di Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh pada tanggal 16-25 Juli tahun 2025. Analisis data menggunakan uji <em>Spearman Rank. </em>Hasil penelitian ada hubungan kuat antara spiritual <em>care </em>dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe II didapatkan nilai <em>sig </em>0,001. Koefisien korelasi yang diperoleh berjumlah 0,386, mengindikasikan relasi cukup kuat dan bersifat positif antara kedua variabel. Kesimpulan: Peningkatan pelaksanaan spiritual <em>care</em> pasien dapat berdampak pada meningkatnya taraf kualitas hidup kelompok pasien diabetes melitus.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/239 Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Perilaku Caring pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang 2025-11-19T14:11:59+00:00 Anindha Nur Miladhiyah anindhanurmiladhiyah@upi.edu Diding Kelana Setiadi didingks@upi.edu Sri Wulan Lindasari sriwulan@upi.edu <p>Pendahuluan: Perilaku <em>caring</em> merupakan salah satu kompetensi utama dalam keperawatan karena berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Perilaku <em>caring</em> perlu ditumbuhkan sejak mahasiswa menjalani pendidikan profesi. Salah satu faktor yang diduga turut berhubungan dengan perilaku <em>caring</em> adalah dukungan sosial keluarga, yang dapat memberikan kenyamanan emosional, motivasi, serta ketahanan psikologis bagi mahasiswa profesi ners. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku <em>caring</em> pada mahasiswa profesi ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan teknik <em>total sampling </em>pada 96 mahasiswa profesi ners. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSS-Fa untuk mengukur dukungan sosial keluarga dan CBI-24 untuk mengukur perilaku <em>caring</em>. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sosial keluarga yang tinggi 92 orang (95,8%) dan perilaku <em>caring</em> kategori baik 87 orang (90,6%). Analisis korelasi <em>Spearman’s rho</em> menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan perilaku <em>caring</em> dengan koefisien korelasi (r) 0,257 dan <em>p-value</em> 0,011. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan perilaku <em>caring</em>, sehingga semakin baik dukungan sosial keluarga yang diterima mahasiswa, semakin baik pula perilaku <em>caring</em> yang ditampilkan dalam praktik keperawatan.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/160 Korelasi Pengetahuan dan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Kepatuhan Pemeriksaan IVA pada Wanita Usia Subur 2025-06-27T02:01:34+00:00 Ni Wayan Sulasmin amiensulasmin3@gmail.com Gusti Ayu Marhaeni gamarhaeni@yahoo.com Listina Ade Widya Ningtyas ade.widya23@gmail.com <p>Latar Belakang: Cakupan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) yang rendah pada wanita usia subur disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah pengetahuan dan dukungan dari tenaga kesehatan. Pelaksanaan penelitian untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara pengetahuan dan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di wilayah kerja UPTD Puskesmas Petang I, kabupaten Badung. Metode: Kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional </em>dipilih untuk digunakan pada penelitian yang dilaksanakan pada bulan April 2025 ini. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling menemukan 67 orang sesuai kriteria. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil studi menemukan sebanyak 37 (55,2%) responden yang tidak melakukan pemeriksaan IVA, 35 (52,2%) responden memiliki pengetahuan baik, dan 36 (53,7%) responden mendapat dukungan dari tenaga kesehatan. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square</em> didapatkan nilai <em>p</em> 0,001 untuk variabel pengetahuan dan nilai <em>p</em> 0,004 untuk variabel dukungan tenaga kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur. Saran yang dapat diberikan kepada Puskesmas Petang I untuk terus melakukan penyuluhan dengan menggunakan media promosi yang menarik untuk dapat meningkatkan partisipasi wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/161 Hubungan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur terhadap Sikap Penggunaan Kontrasepsi Implan 2025-06-27T08:06:45+00:00 Ni Made Nitiasih Pulasari nitypulasari@gmail.com Gusti Ayu Marhaeni gamarhaeni@yahoo.com Regina Tedjasulaksana reginatedjasulaksana@yahoo.co.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kontrasepsi implan adalah kontrasepsi yang mengandung hormon progesteron dan memiliki efektifitas keberhasilan mencapai 99%. Terdapat sejumlah masalah krusial yang berkontribusi terhadap pilihan metode kontrasepsi implan oleh kelompok wanita usia subur, antara lain usia kronologis, riwayat obstetrik (paritas), dukungan dari pihak suami, sikap personal, dan literasi atau pengetahuan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan wanita usia subur dengan sikap penggunaan kontrasepsi implan. <strong>Metode:</strong> Penelitian analitik dengan rancangan penelitian <em>cross sectional</em>. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 Maret sampai 21 April 2025 di UPTD Puskesmas Petang 1 dengan Pengambilan sampel menggunakan metode <em>purposive sampling</em> dan jumlah sampel sebanyak 88 orang. Data dianalisis dengan uji <em>fisher’s</em> <em>exact.</em> <strong>Hasil: </strong>Penelitian menunjukkan nilai signifikan 0,001&lt;0,05 yang artinya ada hubungan tingkat pengetahuan wanita usia subur dengan sikap penggunaan kontrasepsi implan. <strong>Kesimpulan: </strong>Faktor tingkat pengetahun wanita usia subur terhadap pemahaman tentang kontrasepsi implan sangat mempengaruhi pilihan untuk menggunakannya</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/269 Aplikasi Asuhan Keperawatan pada Pasien Anemia dengan Pemberian tablet Fe dan Jus Buah Naga untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin 2025-12-30T04:32:51+00:00 Eko Wardoyo ekowrd890@gmail.com Yuni Purnama Sari yuni@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Anemia terjadi karena sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah mer­ah. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengatasi anemia dengan mengkonsumsi tablet Fe dan buah naga. Tujuan studi kasus ini meningkatkan kadar hemoglobin 2 orang pasien di Klinik Surya Keluarga Way Jepara Lampung Timur pada tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Deskriptif kualitatif dilakukan secara studi kasus. Penggumpulan data dengan wawancara dan, observasi. Aplikasi asuhan keperawatan dilakukan 7 hari dengan pemberian tablet Fe dan jus dari 250 gram buah naga dalam 100cc air untuk diminum sehari sekali. Pemberian tablet Fe dan jus buah naga diberikan sebelum makan siang karena proses penyerapan pada kondisi lambung kosong lebih baik. <strong>Hasil:</strong> Evaluasi asuhan keperawatan didapatkan hadar hemoglobin setelah 7 hari meningkat, dimana saat tanggal 10 Juli 2025 kadar Hb pasien 8,0 gr%. Kemudian pengukuran Hb ulang tanggal 17 Juli 2025 kadar Hb pasien 9,8gr%. Sedangkan pada Tn. W tanggal 13 Juli 2025 kadar Hb pasien 8,3 gr%. Kemudian pengukuran Hb ulang tanggal 20 Juli 2025 kadar Hb pasien 9,9gr%. <strong>Kesimpulan:</strong> Kombinasi tablet Fe dan jus buah naga berguna meningkatkan kadar hemoglobin secara perlahan, zat besi dan kandungan nutrisi dalam buah naga mendukung tubuh dalam pembentukan sel darah merah</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/289 Aplikasi Asuhan Keperawatan pada Pasien Hipertensi dengan Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam di Desa Cihanjuang Rahayu Bandung Barat 2026-01-09T14:31:50+00:00 Tentry Fuji Purwanti tentry@gmail.com M. Iqbal Sutisna iqbal@gmail.com Pepi Lasnawati lasnawatipepi1@gmail.com Aa Ridwan Ajis M aa@gmail.com Nazwa Kamila Hasan nazwa@gmail.com Riki Risdianto Riki@gmail.com Shakira Najwa Zahra Zahra@gmail.com Siti Nurfauziah Siti@gmail.com <p>Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai penyakit <em>silent killer</em> karena sering tanpa gejala spesifik. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam dapat diterapkan sebagai pengendalian tekanan darah di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan melakukan latihan relaksasi napas dalam pada pasien hipertensi.Metode menggunakan studi kasus deskriptif kualitatif pada Tn. B (58 tahun) di Desa Cihanjuang Rahayu, Bandung Barat, selama 3 hari (20-23 Desember 2025), mencakup pengkajian, diagnosis, implementasi (edukasi, demonstrasi, latihan 10-15 menit/hari), dan evaluasi melalui observasi, wawancara, serta pengukuran tekanan darah. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 170/100 mmHg menjadi 150/80 mmHg, disertai pengurangan keluhan subjektif (sakit kepala, tengkuk berat, kelelahan), peningkatan pengetahuan, dan kemandirian pasien dalam teknik relaksasi. Kesimpulan, intervensi teknik relaksasi napas berperan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan pengelolaan hipertensi nonfarmakologis pada pasien di komunitas</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/291 Hubungan Aktivitas Fisik dan Asupan Lemak dengan Penyakit Jantung Koroner pada Lansia di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang 2026-01-10T08:47:53+00:00 Ria Ria17 opporia60@gmail.com Tasya Anggraini tasya@gmail.com <p>Pendahuluan: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan masalah kesehatan utama pada Lansia yang dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, termasuk aktivitas fisik dan asupan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan asupan lemak terhadap penyakit jantung koroner pada lansia di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pasien lansia penyakit jantung koroner sebanyak 132 pasien dengan sampel penelitian berjumlah 63 lansia berusia <u>&gt;</u>60 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Monte Carlo Exact Test</em> dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan aktivitas fisik dengan kejadian PJK (<em>p-value= </em>0,000) serta antara asupan lemak dengan kejadian PJK (<em>p-value= </em>0,000). Lansia dengan tingkat aktivitas fisik rendah dan asupan lemak sedang hingga tinggi lebih banyak ditemukan pada kelompok dengan PJK. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik dan asupan lemak berhubungan secara signifikan dengan kejadian penyakit jantung koroner pada lansia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi promotif dan preventif untuk menurunkan risiko penyakit jantung koroner pada populasi lansia</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/293 Pengaruh Pemberian Kompres Air Hangat terhadap Kejadian Mata Kering (Dry Eye) di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus 2026-01-10T13:14:31+00:00 Hevi Umayasari umayasarihevi@gmail.com Edy Soesanto edysoes@unimus.ac.id Sukarmin sukarmin@umkudus.ac.id <p>Latar Belakang: Berbagai studi populasi besar dengan jumlah peserta lebih dari 500 orang menunjukkan bahwa mata kering merupakan masalah kesehatan mata umum yang terus meningkat kejadiaannya. Tindakan yang murah dan mandiri sangat diperlukan untuk mengurangi gejala dengan menggunakan kompres hangat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap keluahan mata kering. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi ekperimen dengan pre dan post intervensi dengan grup kontrol. Penelitian melibatkan 62 responden dengan 31 responden sebagai kelompok intervensi dan 31 responden kelompok kontrol. Intervensi kompres hangat dilakukan selama 15 menit di unit rawat jalan RS Aisyiyah Kudus. Kompres hangat pada mata menggunakan kain wash lap dengan suhu air 36-40<sup>0</sup>C. Penilain mata kering menggunakan instrument OSDI (Ocular Surface Disease Index). Hasil: Penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan skor OSDI pre dan post intervensi pada kelompok intervensi (p &lt;0.001) dan tidak terdapat perbedaan signifikan OSDI pada kelompok kontrol (p 0.489). Kesimpulan: Kompres hangat dapat menjadi terapi mandiri perawat yang murah dan efisien serta dapat dimandirikan kepada pasien menjadi terapi yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu. </p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/276 Karakteristik Dyspnea dan Tekanan Darah Pasien Congestive Heart Failure di Instalasi Gawat Darurat 2026-01-05T08:34:12+00:00 Roby Rahmadi Akbar roby.r.akbar@gmail.com Nana Rochana nana@gmail.com Prystia Riana Putri Prytia@gmail.com <p>Latar Belakang: Dispnea dan gangguan hemodinamik merupakan gejala klinik yang umum terjadi pasien CHF. Karakteristik dyspnea dan ganggaun hemodinamik menjadi rujukan dalam menilai kondisi pasien dan menentukan terapi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik dyspnea dan tekanan darah pasien CHF di unit gawat darurat. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain <em>cross-sectional</em> yang melibatkan 82 pasien CHF di IGD dua rumah sakit provinsi Jawa Tengah pada periode Januari–Februari 2020. Sampel dipilih menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em>. Derajat dyspnea diukur menggunakan <em>Modified Borg Scale</em>, sedangkan tekanan darah diukur dengan spigmomanometer. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Penelitian ini adalah Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (61%). Berdasarkan klasifikasi NYHA, sebagian besar pasien berada pada kelas III (40,2%) dan IV (45,1%). Derajat dispnea didominasi kategori sedang (69,5%) dan berat (19,5%). Tekanan darah sistolik terbanyak berada pada hipertensi stage II (52,4%) dan krisis hipertensi (23,2%), sedangkan tekanan darah diastolik didominasi hipertensi stage II (54,9%). Kesimpulannya sebagian besar pasien CHF yang datang ke IGD mengalami dyspnea sedang hingga berat disertai hipertensi derajat lanjut. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya pengkajian cepat terhadap dyspnea dan status hemodinamik sebagai dasar intervensi keperawatan yang tepat untuk mencegah perburukan kondisi klinis pasien CHF.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/304 Studi Kasus: Pengaruh Terapi Manuver Brandt-Daroff terhadap Pencegahan Kekambuhan Vertigo 2026-01-15T11:13:52+00:00 Tentry Fuji Purwanti tentry@gmail.com M. Iqbal Sutisna M.Iqbal@gmail.com Muhammad Ghibran Al-fathir muhammadghibran193@gmail.com Risma Wati Nurmaulida rismawatinurmaulida@gmail.com Nabila Septiani Putri sputrinabilaa@gmail.com Neng Dila Nur Sifadilah nursifadilahdila@gmail.con Renaldi Kurnia Pratama renaldi@gmail.com Riana Aprilia rianaaprilia047@gmail.com <p>Latar Belakang: Vertigo didefinisikan sebagai suatu gejala berupa sensasi seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar bergerak atau berputar, yang umumnya disertai mual dan gangguan keseimbangan tubuh. Berdasarkan klasifikasinya, kasus vertigo perifer lebih banyak ditemukan, dengan persentase sekitar 75%, dibandingkan vertigo sentral. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus berupa pemberian asuhan keperawatan dengan terapi Brandt-Daroff terhadap nyeri akut (pusing berputar) pada pasien vertigo. Tn.H berusia 73 tahun dengan keluhan utama pusing berputar saat perubahan posisi kepala rasa tidak seimbang. Intervensi utama yang diberikan adalah terapi Brandt-Daroff sebagai bagian dari manajeman nyeri, pencegahan cedera, peningkatan toleransi aktivitas, dan dukungan tidur. Hasil: Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intesitas nyeri akut (pusing berputar), peningkatan kemampuan aktivitas secara bertahap, berkurangnya risiko jatuh, serta perbaikan pola tidur pasien. Kesimpulan: Penerapan terapi Brandt-Daroff secara teratur dan mandiri dapat membantu adaptasi sistem vesribular serta berperan dalam mengurangi gejala vertigo pasien.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/286 Studi Kasus: Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Jahe Hangat terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi 2026-01-09T04:52:52+00:00 M. Iqbal Sutisna MIqbal@gmail.com Ririn Kurniati ririnkurniati33@gmail.com Irmida Juneja Irmida@gmail.com Lutfia Zahra Lutfia@gmail.com Rahma Aulia Rahma@gmail.com Yusuf Tajiri Yusuf@gmail.com <p>Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik yang menunjukkan hasil lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi terjadi akibat peningkatan tekanan darah yang menetap di pembuluh arteri. Jahe merah yang mengandung senyawa gingerol yang mempunyai efek memperlebar pembuluh darah (vasodilatasi), merangsang saraf dibagian tubuh yang terolesi kaki untuk mengaktifkan syaraf parasimpatis, sehingga diharapkan dapat melancarkan peredaran darah dan perubahan pada tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan terapi rendam kaki air hangat jahe hangat pada pasien hipertensi pre dan post intervensi.</p> <p>Metode: Penelitian dilakukan secara diskriptif studi kasus pada 1(satu) pasien yang mengalami hipertensi, melakukan terapi rendam kaki air hangat jahe selama 3 hari berturut-turut. Jahe merah 50gram digeprek, kemudian direbus dengan suhu air 39°C, merendam kaki sampai batas mata kaki selama 15 menit. Hasil: Terjadi penurunan tekanan darah dari 152/94 mmHg menjadi 130/80 mmHg. Kesimpulan: Terapi rendam kaki dengan air jahe hangat dapat menurunkan tekanan darah sistolik pasien hipertensi, mengurangi edema kaki, menimbulkan respon sitemik yang terjadi melalui vasodilitasi pelebaran pembuluh darah.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/333 Hubungan Tingkat Kemandirian Activity Daily Living dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa Medan 2026-01-21T06:45:33+00:00 Angenia Itoniat Zega angenia.zega03@gmail.com Ani Rahmadhani Kaban anirahmadhanikaban@helvetia.ac.id Mulidan mulidan22@gmail.com Lia Mayang Sari sijabat liasijabat@helvetia.ac.id <p>Latar Belakang: Penurunan kapasitas fungsional pada usia lanjut (lansia) berpengaruh langsung terhadap derajat kemandirian aktivitas dalam kehidupan sehari-hari <em>Activity of Daily Living</em> (ADL) dan kualitas hidup. Lansia yang menetap di panti wreda menunjukkan kerentanan lebih besar terhadap ketergantungan karena keterbatasan fisik, psikologis, dan lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemandirian aktivitas kehidupan sehari-hari dengan kualitas hidup lansia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa di Medan. Metode: Penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain <em>survey analitik</em> dengan pendekatan <em>cross sectional, </em>serta pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner baku. Sampel terdiri dari 122 lanjut usia di pilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Data dianalisis dengan uji <em>Spearmank rank </em>pada tingkat signifikansi <em>p-value</em> &lt;0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 23% lansia di Panti Yayasan Pemenang Jiwa Medan berada pada kategori mandiri dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Kualitas hidup lansia bervariasi pada setiap domain, dengan mayoritas berada pada kategori sedang. Terdapat hubungan yang bermakna dan sangat kuat antara tingkat kemandirian dalam activity daily living dengan kualitas hidup lansia (p = 0,000; r = 0,935), yang menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih baik. Kesimpulan: Temuan ini menyimpulkan bahwa tingkat kemandirian berperan penting terhadap peningkatan kualitas hidup lanjut usia.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/301 Tingkat Pengetahuan dan Sikap Proaktif Mahasiswa Mencegah Perilaku Bullying 2026-01-14T04:00:47+00:00 Agus Waluyo waluyoagus243@gmail.com Tanti Eriza dazturz@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Bullying masih menjadi perilaku yang sering kita jumpai dikehidupan sehari-hari. Khususnya di institusi pendidikan dari tingkat terendah sampai yang tertinggi. Perilaku ini dilakukan secara sadar maupun tidak sadar yang akan berpengaruh negatif pada kesehatan jiwa pelaku maupun korbannya. Peningkatan pemahaman tentang pengetahuan, sikap dan kemampuan mencegah bullying harus selalu menjadi materi sosialisasi oleh <strong>profesional kesehatan</strong><strong> jiwa.</strong> Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat hubungan pengetahuan dengan sikap proaktif mahasiswa mencegah perilaku bullying.<strong>Metode: </strong>Pendekatan kuantitatif analitik korelasi secara <em>cross sectional</em>. Sampel berjumlah 56 responden, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen data berupa kuesioner online, data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Penelitian dilakukan di Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Penelitian menunjukkan; Tingkat pengetahuan tinggi 52 responden (93%), tingkat pengetahuan sedang 2 responden (3,5%) dan tingkat pengetahuan rendah 2 responden (3,5 %). Sikap proaktif anti bullying tinggi 45 responden (80%), sikap proaktif anti bullying sedang 8 responden (14%) dan sikap proaktif anti bullying rendah 3 responden (5%). Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,792, nilai signifikansi 0,000 (p &lt; 0,05), menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara variable pengetahuan dengan sikap proaktif anti bullying mahasiswa. Berarti bahwa semakin tinggi pengetahuan mahasiswa, maka semakin tinggi sikap proaktif anti bullyingnya.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Pengetahuan dan pemahaman yang tinggi tentang perilaku anti bullying akan mendorong individu untuk memunculkan sikap proaktif anti bullying, selanjutnya akan memunculkan perilaku mencegah bullying.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/294 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Keperawatan di Bangsal Kardiologi RSUD dr. Fauziah Bireuen 2026-01-12T06:38:56+00:00 Nesa Fatna nesa.zaisa@gmail.com Jihan Rabi’al Jihan@gmail.com Nurul Husna Nurul@gmail.com Bukhari bukhari.mj@gmail.com Hernita Hernita@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Seorang perawat profesional selalu berusaha untuk menjalankan peran, fungsi dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan pelayanan keperwatan, dimana perawat dituntut untuk memiliki keterampilan dan keahlian dibidangnya serta disiplin yang tinggi. Pasien akan merasa puas dengan kinerja pelayanan kesehatan yang diperolehnya atau fasilitas yang ditawarkan sesuai dengan harapannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di bangsal Kardiologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Fauziah Kabupaten Bireuen. Waktu penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 01 sampai dengan 14 Agustus 2024.<strong>Metode:</strong> Desain penelitian dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berada di bangsal berjumlah 42 pasien. Sampel menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. <strong>Hasil:</strong> Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa komunikasi dari mulut ke mulut berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai <em>p value</em>= (0.001) &lt; α= (0.05). Kebutuhan pribadi berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai <em>p value</em>= (0.007) &lt; α= (0.05). Pengalaman masa lalu berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan dengan nilai <em>p value</em>= (0.001) &lt; α= (0.05). <strong>Kesimpulan:</strong> Diharapkan kepada Rumah Sakit dapat meningkatkan pelayanan diketiga aspek ini yaitu komunikasi mulut ke mulut, pemenuhan kebutuhan pribadi pasien/keluarga dan selalu belajar dari pengalaman-pengalaman yang sudah terjadi untuk meningkatkan kepuasan pasien rumah sakit.</p> 2026-02-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/314 Gambaran Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja Nelayan di Desa Ureng, Kabupaten Maluku Tengah 2026-01-16T06:02:53+00:00 Syafrianty Maruapey syafrianty029@gmail.com Nofal Soulisa nofal@gmail.com <p>Latar Belakang: Nelayan merupakan kelompok pekerja sektor informal yang memiliki risiko tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan dan keselamatan kerja akibat paparan lingkungan laut, beban kerja fisik berat, serta rendahnya penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja nelayan di Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif univariat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi langsung, dan pengisian kuesioner pada 62 nelayan yang berada di RT 01, RT 03, dan RT 04 Desa Ureng. Data yang dikaji meliputi karakteristik nelayan, keluhan kesehatan setelah melaut, penyakit klinis, risiko penyakit akibat kerja, kejadian kecelakaan kerja, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa nelayan mengalami berbagai masalah kesehatan : 48% nelayan mengalami hipertensi; nelayan sudah pernah kedokter dan terdiagnosis rematik 14,5%, katarak 11,3%, dan anemia 3,2%; keluhan nyeri punggung dan nyeri otot pada nelayan yang masa kerja lebih dari 10 tahun. Selain itu, masih ditemukan rendahnya penggunaan alat pelindung diri (APD) dan praktik kerja yang berisiko: 45,2% nelayan yang tidak menggunakan APD; 24,2% nelayan pernah mengalami cedera akibat tertusuk alat kail saat melaut; 33,9% tidak membawa alat pelampung saat melaut.Kesimpulan: Masalah kesehatan yang ditemukan pada nelayan yaitu hipertensi, rematik, katarak, anemia dan keluhan nyeri punggung dan otot. Pada praktik keselamatan kerja masih ditemukan nelayan tidak menggunakan alat pelindung diri, tidak membawa pelampung saat melaut dan pernah mengalami cidra tertusuk alat kail saat melaut</p> 2026-02-13T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/260 Korelasi Komposisi Tubuh dan Antropometri dengan Tekanan Darah, Gula Darah Puasa, dan Profil Lipid Perempuan di Kota Salatiga 2025-12-21T08:40:35+00:00 Julia Herdiman juliah@fk.untar.ac.id Alexander Halim Santoso alexanders@fk.untar.ac.id Bryan Anna Wijaya bryan.405210067@stu.untar.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Komposisi tubuh dan distribusi adipositas memiliki peran penting dalam regulasi metabolik pada perempuan dewasa, namun asosiasi diferensial antara parameter antropometri dengan kendali tekanan darah, glukosa, dan lipid belum sepenuhnya tereksplorasi di level komunitas. <strong>Tujuan:</strong> Menganalisis korelasi antara komposisi tubuh dan antropometri dengan tekanan darah, homeostasis gula darah, dan profil lipid pada perempuan dewasa di Salatiga. <strong>Metode:</strong> Penelitian potong lintang melibatkan 51 perempuan dewasa dengan rata-rata usia 41,65 tahun. Pengukuran meliputi antropometri (indeks massa tubuh, lingkar perut, lingkar panggul), analisis komposisi tubuh (lemak subkutan regional, massa otot rangka segmental), dan parameter biokimia (glukosa darah puasa, profil lipid, tekanan darah). Analisis korelasi Spearman digunakan untuk evaluasi hubungan antar variabel. <strong>Hasil:</strong> Adipositas sentral menunjukkan korelasi positif dengan glukosa darah puasa dan trigliserida, serta korelasi negatif dengan HDL cholesterol. Massa otot rangka tubuh utama menunjukkan korelasi negatif signifikan dengan dysglycemia. Namun, asosiasi antara parameter komposisi tubuh dengan tekanan darah tetap lemah dan tidak signifikan, mengindikasikan regulasi tekanan darah dipengaruhi mekanisme independen. <strong>Kesimpulan:</strong> Adipositas sentral dan massa otot rangka memiliki peran regulatif diferensial dalam kendali metabolik glukosa dan lipid, sementara tekanan darah diregulasi melalui mekanisme multi-sistem. Penelitian longitudinal dengan detailed mechanistic assessment sangat direkomendasikan untuk elucidasi lebih lanjut.</p> 2026-02-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/262 Korelasi TyG dan TyG dimodifikasi dengan Kadar HbA1c pada Masyarakat Kelurahan Kota Bambu 2025-12-21T11:38:38+00:00 Fenny Yunita fenny@fk.untar.ac.id Alexander Halim Santoso alexanders@fk.untar.ac.id Bryan Anna Wijaya bryan.405210067@stu.untar.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) terus meningkat secara global dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada populasi urban dengan prevalensi obesitas abdominal yang tinggi. Indeks Triglyceride-Glucose (TyG) dan variannya yang dimodifikasi telah berkembang sebagai biomarker sederhana namun sensitif untuk mendeteksi resistensi insulin dan risiko gangguan metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara TyG dan TyG yang dimodifikasi dengan kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) pada masyarakat dewasa di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat. <strong>Metode:</strong> Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan total 135 responden berusia 18–65 tahun. Pemeriksaan glukosa puasa, profil lipid, dan HbA1c dilakukan sesuai prosedur standar, sementara indeks TyG dan variannya dihitung menggunakan formula baku yang mengombinasikan parameter laboratorium dan antropometri. <strong>Hasil</strong>: Menunjukkan adanya korelasi positif bermakna antara TyG dan HbA1c (r = 0,170; p = 0,048), serta korelasi positif pada TyG×IMT (r = 0,169; p = 0,050) dan TyG×WC (r = 0,199; p = 0,021), sedangkan TyG×WHtR menunjukkan hubungan searah namun tidak signifikan. <strong>Kesimpulan:</strong> Konsistensi arah hubungan ini menggambarkan bahwa peningkatan indeks berbasis glukosa dan trigliserida selaras dengan peningkatan risiko glikemik, meskipun perubahan HbA1c masih berada pada rentang normal. Temuan ini menegaskan potensi TyG sebagai marker skrining dini untuk mendeteksi disfungsi metabolik subklinis pada populasi perkotaan. Diperlukan penelitian longitudinal untuk mengevaluasi nilai prediktif TyG terhadap kejadian diabetes serta memastikan perannya dalam strategi skrining komunitas yang cost-effective.</p> 2026-02-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima https://journal.bundadelima.ac.id/index.php/jkbd/article/view/327 Hubungan Pengetahuan dengan SPB serbagai Upaya Pencegahan Pnemonia pada Balita 2026-01-20T17:01:07+00:00 hana nadilla nabilaokts99@gmail.com Dian Octavia1 Dian@gmail.com Nofrida Saswati Nofrida@gmail.com Gusti Gusti@gmail.com <p><strong>Latar belakang : </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua, baik ayah maupun ibu, dengan self-protect behaviour (SPB) dalam pencegahan pneumonia pada balita. <strong>Metode : </strong>Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Rawasari dan Puskesmas Paal 5 pada tanggal 30 Agustus hingga 08 September 2025 dengan melibatkan 150 responden yang terdiri dari 50 ayah, 50 ibu, dan 50 balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan SPB, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil : </strong>Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki tingkat pengetahuan sedang hingga tinggi, meskipun masih terdapat orang tua yang belum pernah menerima informasi terkait pneumonia. Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ayah dan SPB (p = 0,012) serta pengetahuan ibu dan SPB (p = 0,010). <strong>Kesimpulan : </strong>Orang tua dengan pengetahuan yang lebih baik cenderung menerapkan perilaku pencegahan pneumonia secara optimal, sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan keluarga.</p> 2026-02-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Bunda Delima