Pengaruh Edukasi Keperawatan Berbasis Audio Visual terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru The Effect of Audiovisual-Based Nursing Education on Medication Adherence Among Patients with Pulmonary Tuberculosis
Isi Artikel Utama
Abstrak
paru menjadi utama karena berhubungan dengan keberhasilan terapi atau terjadi resistensi obat. Edukasi keperawatan menggunakan media audio visual dapat membantu menyampaikan informasi kesehatan secara menarik, komunikatif, dan mudah dipahami, sehingga berpotensi meningkatkan motivasi pasien untuk mengikuti pengobatan secara konsisten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas edukasi keperawatan berbasis media audio visual terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Tanjung Lubuk.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Sebanyak 44 pasien tuberkulosis paru dipilih melalui teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi keperawatan menggunakan video audio visual, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Karena hasil uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal, perubahan skor kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α=0,05.Hasil: Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) berada dalam kategori kepatuhan rendah dengan skor rata-rata 2,40±1,25. Setelah edukasi, sebanyak 72,7% responden mencapai kategori kepatuhan tinggi, dengan skor rata-rata meningkat menjadi 7,15±0,95. Uji Wilcoxon menghasilkan Z=-5,787 dan p=0,000 (p<0,05). Seluruh responden menunjukkan positive ranks yang menandakan peningkatan skor kepatuhan setelah intervensi. Kesimpulan: Edukasi keperawatan melalui media audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru. Media ini sudah digunakan sebagai strategi edukasi dan perlu peningkatan agar materi semakin mudah dipahami oleh pasien.