Pengaruh Aromaterapi Citrus Lemon terhadap Penurunan Nausea pada Pasien yang Mengkonsumsi Obat Tuberkulosis Effect of Citrus Lemon Aromatherapy on Reducing Nausea in Patients Receiving Anti-Tuberculosis Medication

Isi Artikel Utama

Nina Suliani
Mareta
Yunita

Abstrak

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, dan terapi obat anti tuberkulosis (OAT) sering menimbulkan efek samping berupa nausea yang dapat menurunkan kepatuhan berobat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aromaterapi citrus lemon terhadap penurunan nausea pada pasien TB di Puskesmas Payakabung Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Metode: Penelitian kuantitatif pra-eksperimental one-group pretest–posttest dengan sampel 26 pasien TB yang mengalami nausea, dipilih secara purposive sampling. Pengukuran nausea menggunakan instrumen Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (RINVR) sebelum dan sesudah intervensi selama tiga hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Rerata skor nausea sebelum intervensi sebesar 17,55 (kategori berat), menurun dengan  median 14,00 (kategori ringan) setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan aromaterapi citrus lemon terhadap penurunan nausea. Kesimpulan: aromaterapi citrus lemon efektif sebagai intervensi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk mengurangi nausea pada pasien TB yang menjalani terapi OAT.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel