Pengaruh Konsumsi Rebusan Sarang Burung Walet terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Puskesmas Arut Selatan Effects of Consuming Swallow’s Nest Decoction on Blood Pressure in Patients with Hypertension at the Arut Selatan Community Health Center
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Hipertensi menjadi tantangan kesehatan global dan berkontribusi terhadap tingginya angka kematian. Selain penggunaan obat antihipertensi, penggunaan bahan alami sebagai terapi tambahan semakin banyak diteliti untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Sarang burung walet mengandung banyak zat bioaktif, termasuk protein, asam sialat, Epidermal Growth Factor (EGF), dan senyawa antioksidan yang berpotensi mendukung kesehatan pembuluh darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsumsi rebusan sarang burung walet berdampak pada tekanan darah pasien yang menderita hipertensi di Puskesmas Arut Selatan. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol serta menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Kedua kelompok menerima terapi farmakologis, sedangkan kelompok eksperimen juga diberikan terapi rebusan sarang burung walet. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan alat pengukur tekanan darah digital. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney U dan uji berpasangan sampel t, dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik kelompok eksperimen turun dari 140,33 mmHg menjadi 130,47 mmHg (p=0,001), dan tekanan darah diastolik turun dari 86,33 mmHg menjadi 80,93 mmHg (p=0,040). Namun, hasil uji Mann Whitney U menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam hal tekanan darah sistolik dan diastolik pasien hipertensi (p>0,05). Kesimpulan: Berdasarkan temuan penelitian, konsumsi rebusan sarang burung walet berpotensi menjadi terapi tambahan untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, tetapi penelitian ini tidak menunjukkan data statistik yang cukup untuk menyimpulkan bahwa intervensi tersebut lebih efektif dibandingkan terapi yang diberikan kepada kelompok kontrol.