Hubungan Self Care Management dengan Kualitas Tidur Lansia Hipertensi Correlation between Self-Care Management and Sleep Quality in Older Adults with Hypertension
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Hipertensi ditandai oleh keadaan tekanan darah yang berada di atas kisaran normal yaitu tekanan sistolik sebesar 130–139 mmHg dan tekanan diastolik 80–89 mmHg. Pada kelompok lansia, peningkatan kejadian hipertensi berkaitan dengan belum optimalnya penerapan selfcare management dalam mengendalikan tekanan darah. Kurangnya pemenuhan selfcare management menyebabkan penurunan kualitas tidur. Pada lansia, terjadi penurunan fungsi organ sehingga lansia memerlukan selfcare management dan kualitas tidur yang baik untuk menjaga kestabilan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah melihat ada/tidak hubungan antara selfcare management dengan kualitas tidur lansia hipertensi di posyandu lansia Ngudi Waras. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian melibatkan sejumlah 33 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Kendall's Tau untuk mengidentifikasi hubungan antara self-care management dan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan imstrumen Hypertension Self Management Behavior Questionnaire (HMBSQ) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat selfcare management dalam kategori cukup (39,4%), kategori rendah (33,3%) dan kategori baik (27,3%). Kualitas tidur 51,5% responden kategori buruk, 48,5% kategori baik. Hasil Uji Kendall’s Tau menunjukan nilai signifikansi p=0.001(p<0,05), dengan koefisien korelasi sebesar 0,582, yang mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara self-care management dengan kualitas tidur. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara self-care management dengan kualitas tidur lansia hipertensi diposyandu lansia.