Pemetaan Masalah Gizi Balita Berbasis Data Posyandu sebagai Dasar Pengkajian Keperawatan Komunitas di Dua Kelurahan Mapping Under-Five Nutritional Problems Based on Posyandu Data as a Foundation for Community Health Nursing Assessment in Two Urban Villages

Isi Artikel Utama

Nurul Ilmi
Yuli Rahayu

Abstrak

Pendahuluan: Data pemantauan pertumbuhan Balita di posyandu merupakan sumber utama data pengkajian keperawatan komunitas, kualitasnya kerap dipengaruhi partisipasi penimbangan yang fluktuatif sehingga berpotensi menimbulkan bias interpretasi. Penelitian ini bertujuan memetakan besaran dan pola masalah gizi balita serta menilai pengaruh fluktuasi cakupan terhadap estimasi prevalensi sebagai dasar perumusan diagnosis keperawatan komunitas. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah repeated cross-sectional terhadap data sekunder agregat rekapitulasi status gizi selama dua belas bulan tahun 2025 di dua kelurahan wilayah kerja puskesmas. Perbedaan proporsi diuji dengan uji z dua proporsi dan dinyatakan sebagai rasio prevalensi. Hasil: Jumlah balita yang ditimbang berkisar 303 hingga 717 anak per bulan atau berbeda 2,4 kali lipat. Prevalensi stunting tergolong tinggi dengan rata-rata 31,2%, jauh melampaui prevalensi nasional sebesar 21,5%, sementara wasting dan underweight masing-masing 6,9% dan 19,7%. Estimasi prevalensi terbukti sensitif terhadap cakupan dengan arah yang berbeda antar indikator: pada bulan cakupan tinggi stunting cenderung lebih tinggi, sedangkan wasting dan underweight lebih rendah (p<0,05). Kesimpulan: Disparitas antar kelurahan konsisten, Kelurahan A mengalami stunting lebih tinggi dibanding Kelurahan B. Temuan ini mendukung perumusan diagnosis defisit kesehatan komunitas dan menegaskan bahwa perawat komunitas perlu menafsirkan data posyandu dengan mempertimbangkan cakupan penimbangan agar penetapan lokus prioritas intervensi tidak keliru.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel