Hubungan Pola Komunikasi Orang Tua dengan Risiko Keterlambatan Bicara pada Anak Pra Sekolah Correlation between Parental Communication Styles and the Risk of Speech Delay in Preschool Children

Isi Artikel Utama

Sulaeman
Asniar Arni
Meriem Meisyaroh
Jumiarsih Purnama
Zainab

Abstrak

Pendahuluan: Keterlambatan bicara merupakan salah satu masalah perkembangan yang dapat memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan prestasi akademik anak di masa mendatang. Pola komunikasi orang tua berperan penting dalam memberikan stimulasi bahasa yang mendukung perkembangan bicara anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidak hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan resiko keterlambatan bicara pada anak pra sekolah.                 Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 450 orang tua yang memiliki anak usia pra sekolah, dengan sampel sebanyak 83 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola komunikasi orang tua dan lembar observasi perkembangan bahasa anak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola komunikasi kategori baik sebanyak 36 orang (43,4%), kategori cukup 29 orang (34,9%), dan kategori kurang 18 orang (21,7%). Berdasarkan risiko speech delay, sebanyak 49 anak (59,0%) tidak berisiko dan 34 anak (41,0%) berisiko mengalami speech delay. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p<0,05). Kesimpulan: Ada/terdapat hubungan signifikan antara pola komunikasi orang tua dengan risiko keterlambatan bicara pada anak pra sekolah.


 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel