Gambaran Prilaku Self-management Penderita Diabetes Melitus di Kelurahan Jamsaren Wilayah Kerja Puskesmas Pesantren II Kota Kediri Overview of Self-Management Behaviors Among People with Diabetes Mellitus in the Jamsaren Neighborhood, within the Service Area of the Pesantren II Community Health Center in Kediri City

Isi Artikel Utama

Setyo Bekti Aji Sasono
Endah Tri Wijayanti
Muhammad Mudzakkir

Abstrak

Pendahuluan: Peningkatan jumlah penderita diabetes melitus terus terjadi setiap tahunnya. Prilaku self-management penderita yang kurang memadai dapat memicu munculnya berbagai komplikasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga kemampuan penderita dalam melakukan perawatan diri menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan terapi. Praktik perilaku self-management mencakup kepatuhan mengonsumsi obat, pengaturan pola makan, aktivitas fisik yang teratur, pemantauan kadar glukosa darah, dan perawatan kaki secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat praktik self-management penderita diabetes melitus yang berdomisili di Kelurahan Jamsaren, wilayah kerja Puskesmas Pesantren II Kota Kediri, sekaligus mengidentifikasi karakteristik sosiodemografi responden.                Metode: Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Sebanyak 67 responden dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria penelitian yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara terstruktur dengan instrumen Diabetes Self-management Questionnaire (DSMQ), sedangkan analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi.  Hasil:  Penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden (61%) telah memiliki kemampuan praktik self-management yang tergolong baik. Sebaliknya, 32% responden masih menunjukkan kemampuan praktik yang rendah, sedangkan 7% berada pada kategori cukup. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia di atas 59 tahun, perempuan, berpendidikan sekolah dasar, tidak memiliki pekerjaan, riwayat diabetes melitus antara 1 – 5 tahun.              Kesimpulan: Mayoritas penderita telah mampu melaksanakan pengelolaan penyakit secara mandiri dengan baik. Dan masih terdapat sebagian pasien yang menghadapi hambatan dalam menjalankan praktik self-management. Diperlukan upaya edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung utama agar kemampuan praktik self-management semakin optimal dan risiko komplikasi diabetes melitus dapat diminimalkan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel