Gambaran Kualitas Tidur Perawat Sif Malam di Ruang Rawat Inap Mekah Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Overview of Sleep Quality Among Night-Sif Nurses in the Inpatient Ward of Mekah at Muhammadiyah Ahmad Dahlan Hospital
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan selama 24 jam melalui sistem kerja sif, termasuk sif malam yang berpotensi mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur. Kualitas tidur pada perawat dapat berdampak pada kesehatan individu, kinerja kerja, serta mutu pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur perawat sif malam di Ruang Rawat Inap Mekah RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan kota Kediri. Metode: Desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 40 perawat sif malam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari total populasi 68 perawat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner PSQI yang mengukur tujuh komponen kualitas tidur, yaitu kualitas tidur subjektif, latensi tidur, durasi tidur, efisiensi tidur, gangguan tidur, penggunaan obat tidur, dan disfungsi aktivitas siang hari. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Responden berusia 31–40 tahun (60%), berjenis kelamin perempuan (75%), dan berpendidikan D3 (48%). Sebanyak 63% responden mengalami kualitas tidur buruk, 37% kualitas tidur baik. Sebanyak 56% responden memiliki durasi tidur kurang dari atau 5–6 jam, dan 45% dengan durasi tidur 6-7 jam atau lebih. Sebanyak 70% membutuhkan waktu untuk mulai tidur/latensi lebih dari 15 menit, dan 5% menggunakan obat tidur. Kesimpulan: sebagian besar perawat sif malam memiliki kualitas tidur yang buruk, butuh waktu lebih dari 15 menit untuk memulai tidur, dan ada perawat yang menggunakan obat tidur untuk memulai tidur. Perawat sebaiknya mendapatkan waktu libur yang cukup setelah menjalani sif malam guna mendukung pemulihan dan meningkatkan kualitas tidur.