Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Baby Blues pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Lamurukung Correlation between Husband's Support and the Incidence of Baby Blues in Postpartum Mothers in the Work Area of the Lamurukung Community Health Center
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Kejadian baby blues masih menjadi kasus yang jarang ditangani karena dianggap sebagai efek samping ringan dari kelelahan pasca melahirkan dibandingkan kondisi lebih serius lainnya. Gangguan kejiwaan ini dapat berkembang menjadi depresi hingga psikosis pasca melahirkan yang jika tidak ditangani segera, dapat membahayakan nyawa ibu dan anak. Dukungan suami memegang peranan penting terhadap kejadian baby blues pada ibu nifas. Tujuan penelitian ini untuk menganalis hubungan dukungan suami dengan kejadian baby blues pada ibu nifas di wilayah kerja UPT Puskesmas Lamurukung. Metode: Penelitian kwantitatif secara deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilakukan pada tahun 2024. Hasil: Analisis data statistik menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan suami informasional dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,043, ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami instrumental dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,000, dan ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami secara emosional dengan kejadian baby blues dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan: Semakin besar dukungan suami kepada ibu nifas semakin berkurang kemungkinan terjadinya baby blues pada ibu nifas.