Riwayat Pola Makan Balita Stunting Usia 1-3 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tarokan Kabupaten Kediri Dietary History of Stunted Toddlers Aged 1–3 Years in the Service Area of the Tarokan Community Health Center, Kediri Regency

Isi Artikel Utama

Agustina Khomrotul Pradita
Siti Aizah
Susi Erna Wati

Abstrak

Pendahuluan: Stunting akan terjadi ketika pola makan anak tidak memadai, khususnya kekurangan protein dan lemak. Pola pemberian makan dapat dipahami sebagai usaha dan metode yang diterapkan untuk memberi makan anak balita dengan tujuan untuk pemenuhan gizi balita dalam hal jenis, jumlah, dan jadwal makan. Tercatat ada beberapa kejadian stunting di wilayah Puskesmas Tarokan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi riwayat pola makan (frekuensi, jumlah, jenis makanan) sebagai faktor determinan utama kejadian stunting. Metode: Desain deskriptif kuantitatif, data diperoleh dari 52 balita stunting dengan wawancara terstruktur. Data diolah melalui tahap editing, coding, scoring, dan tabulating, lalu dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi variabel.   Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa pola pemberian makan cukup baik dengan frekuensi sesuai (77%), jumlah sesuai (94%), dan jenis makanan sesuai (90%). Secara akumulatif, 83% balita memiliki pola makan tepat, dan 17% kurang tepat. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan teori yang menempatkan pola makan buruk saat ini sebagai penyebab utama stunting. Kesimpulan: Ada ketidakselarasan antara pola makan yang sesuai dengan status stunting responden yang mengindikasikan perbaikan nutrisi sebagai respons pasca-diagnosis (post-diagnosis response) belum mampu mengoreksi kegagalan pertumbuhan masa HPK secara instan. Konsistensi pola asuh gizi berkualitas sejak kehamilan diperlukan untuk optimalisasi pertumbuhan balita.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel