Gambaran Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Balita Gizi Kurang Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tarokan Kabupaten Kediri Profile of Complementary Feeding Practices Among Undernourished Toddlers Aged 6–24 Months in the Service Area of the Tarokan Community Health Center, Kediri Regency
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Gizi kurang pada balita menjadi masalah kesehatan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor yang berhubungan dengan gizi kurang adalah ketidaktepatan pemberian makanan pendamping ASI. Pemberian makanan pendamping ASI yang tidak sesuai usia, jumlah, frekuensi, tekstur, dan variasi makanan menyebabkan kebutuhan nutrisi balita tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian makanan pendamping ASI balita gizi kurang usia 6–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tarokan Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 48 balita gizi kurang usia 6–24 bulan. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden belum memberikan makanan pendamping ASI secara tepat (83%), sedangkan sebagian kecil responden memberikan makanan pendamping ASI secara tepat (17%). Ketidaktepatan perilaku paling banyak ditemukan pada variabel frekuensi pemberian makanan pendamping ASI ( 68,75%) dan variabel jumlah pemberian makanan (58%). Kesimpulan: Ketidaktepatan pemberian makanan pendamping ASI menyebabkan kebutuhan gizi balita tidak terpenuhi sehingga berisiko menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Puskesmas diminta memberikan edukasi kepada orang tua tentang pemberian makanan pendamping ASI yang sesuai usia, jumlah, frekuensi, tekstur, dan variasi makanan untuk mendukung status gizi balita.