Hubungan Tingkat Stress dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Dewasa di Puskesmas Bone Pantai The Relationship Between Stress Levels and the Incidence of Hypertension Among Adults at the Bone Pantai Community Health Center
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi secara global pada usia dewasa dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat stress. Stress yang tidak terkontrol dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui mekanisme fisiologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa di Puskesmas Bone Pantai. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) – 10 serta pengukuran tekanan darah untuk menentukan klasifikasi hipertensi berdasarkan standard American Heart Association 2025. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Squere. Hasil: Sebagian besar responden mengalami stress sedang (45,4%) dan prevalensi hipertensi mencapai 39,8%. Proporsi hipertensi meningkat seiring peningkatan tingkat stres, yaitu 14,6% pada stres ringan, 49,0% pada stres sedang, dan 72,2% pada stres berat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stres dan kejadian hipertensi (χ²=20,455; p=0,001). Kesimpulan: Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stress dengan kejadian hipertensi atau semakin tinggi tingkat stress, semakin tinggi risiko terjadinya hipertensi pada usia dewasa.