Hubungan Curah Hujan dan Suhu Udara dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di RS Islam Ternate Tahun 2023-2026 Correlation Between Rainfall and Air Temperature and the Incidence of Dengue Fever at Ternate Islamic Hospital, 2023–2026
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di kota Ternate. Curah hujan dan suhu udara diduga mempengaruhi kepadatan vektor nyamuk Aedes aegypti. Kepadatan populasi nyamuk ini sangat dipengaruhi faktor lingkungan, terutama curah hujan dan suhu udara. Suhu udara optimal 25-30°C mempercepat siklus hidup nyamuk dari telur menjadi dewasa hanya 7-10 hari. Kota Ternate memiliki iklim tropis dengan curah hujan rata-rata 234 mm/bulan dan suhu 26-28°C sepanjang tahun, sehingga berpotensi tinggi terjadi transmisi DBD. Analisis ini penting sebagai dasar sistem peringatan dini bagi rumah sakit untuk mempersiapkan logistik dan tenaga saat puncak kasus. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis hubungan curah hujan dan suhu udara dengan kejadian DBD di RS Islam Ternate tahun 2023–2026. Metode: Penelitian ekologi deskriptif time-series menggunakan data sekunder simulasi bulanan selama 41 bulan. Analisis data dengan uji Korelasi Pearson menggunakan Microsoft Excel. Hasil: Penelitian menunjukkan rata-rata curah hujan 240,8 mm/bulan, suhu 27,3°C, dan kasus DBD 25,7 kasus/bulan. Terdapat hubungan positif kuat antara curah hujan dengan DBD (r=0,724; p = 0,001) dan hubungan positif sedang antara suhu udara dengan DBD (r=0,468; p=0,002). Kesimpulan: Curah hujan dan suhu udara berhubungan signifikan dengan kejadian DBD di RS Islam Ternate. Puncak curah hujan >300 mm/bulan dapat dijadikan indikator dini bagi rumah sakit untuk persiapan logistik.