Asuhan Keperawatan Dengan Diabetes Melitus Tipe II Melalui Penerapan Senam Kaki Diabetes Untuk Mengurangi Gejala Neuropati Terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Case Study on the Implementation of Diabetes Foot Exercises to Improve the Ankle-Brachial Index in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi paling umum pada Diabetes Mellitus tipe II dan berdampak pada penurunan perfusi perifer, termasuk penurunan nilai Ankle Brachial Index (ABI). Senam kaki diabetes merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti dapat meningkatkan sirkulasi darah perifer. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis penerapan senam kaki diabetes terhadap peningkatan perfusi perifer dan nilai ABI pada pasien DM tipe II yang mengalami gejala neuropati. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada Tn. T (50 tahun) dan Tn. P (57 tahun) dengan diagnosa perfusi perifer tidak efektif di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo pada bulan Agustus 2025. Intervensi berupa senam kaki diabetes diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15--30 menit setiap sesi. Pengukuran nilai ABI dilakukan sebelum dan sesudah intervensi setiap hari, disertai pengkajian keluhan neuropatik, pemantauan tanda vital, dan edukasi perawatan kaki. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis.
Hasil: Penelitian menunjukkan kedua pasien mengalami peningkatan signifikan pada nilai ABI setelah intervensi. Pada hari pertama, Tn. T memiliki nilai ABI 0,68 dan Tn. P sebesar 0,67 (kategori PAD ringan-sedang). Setelah intervensi hari kedua, nilai ABI Tn. T meningkat menjadi 0,71 dan Tn. P menjadi 0,84. Pada hari ketiga, nilai ABI meningkat lebih signifikan, yaitu 0,96 pada Tn. T (batas normal) dan 1,00 pada Tn. P (normal). Keluhan neuropati seperti kesemutan dan kebas berkurang drastis, warna kulit dan akral membaik, perfusi perifer meningkat ditandai dengan CRT normal dan peningkatan kekuatan nadi perifer. Pasien mampu melakukan senam kaki secara mandiri setelah diberikan edukasi. Kesimpulan: Senam kaki diabetes terbukti dapat meningkatkan perfusi perifer dan nilai ABI serta mengurangi keluhan neuropati pada pasien DM tipe II.