Hubungan Durasi Duduk dan Aktivitas Fisik dengan Nyeri Muskuloskeletal Siswa SMPN Fullday di Sumedang Corellation between Sitting Duration and Physical Activity with Musculoskeletal Pain Among Full-Day Junior High School Students in Sumedang
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar belakang: Durasi duduk panjang dan minimnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko utama yang dapat mempengaruhi munculnya gangguan muskuloskeletal pada usia remaja, yang merupakan fase penting dalam perkembangan postur dan sistem muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi duduk dengan aktivitas fisik terhadap nyeri muskuloskeletal pada siswa SMPN Fullday di Sumedang. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode survei cross-sectional. Sampel berjumlah 306 siswa dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), dan Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tergolong durasi duduk tinggi mencapai (49.0%), aktivitas fisik siswa sebanyak (60.5%) memiliki aktivitas fisik kategori sedang, serta nyeri muskuloskeletal didominasi (93.1%) berada pada kategori rendah. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara durasi duduk dengan nyeri muskuloskeletal (p= 0,971), namun terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan nyeri muskuloskeletal (p<0,024). Kesimpulan : aktivitas fisik lebih berpengaruh langsung dengan nyeri muskuloskeletal dibandingkan durasi duduk.