Relasi Kekuatan Otot dan Komposisi Tubuh dengan Kejadian Cardiomegali di Komunitas Lansia Asisi Tebet Correlation between Muscle Strength and Body Composition with the Occurrence of Cardiomegaly in the Elderly Community of Asisi Tebet
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Ada refrensi menyatakan bahwa resiko kejadian kardiomegali dapat dideteksi melalui skrining kekuatan otot dan komposisi tubuh, sehingga peneliti tertarik melakukan riset untuk memberikan gambaran risiko yang lebih akurat untuk diterapkan sebagai strategi skrining. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara kekuatan otot, komposisi tubuh, dan kejadian kardiomegali pada lansia yang tinggal di komunitas Asisi Tebet. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan potong lintang dengan melibatkan 78 peserta yang memiliki rerata usia 72,02 ± 8,44 tahun. Kekuatan genggaman tangan dinilai sebagai indikator fungsi otot perifer, sementara parameter komposisi tubuh—termasuk distribusi lemak subkutan dan massa otot rangka—diukur melalui analisis segmental. Pemeriksaan radiologis menunjukkan bahwa 41% peserta mengalami kardiomegali. Hasil: Penelitian memperlihatkan bahwa kekuatan genggaman tangan yang lebih rendah berhubungan signifikan dengan adanya kardiomegali, mengindikasikan bahwa penurunan fungsi otot mungkin mencerminkan rendahnya cadangan fungsional yang berkaitan dengan perubahan struktur jantung pada populasi lanjut usia. Sebaliknya, peningkatan lemak subkutan, terutama pada segmen tubuh bagian atas, menunjukkan hubungan positif dengan kejadian kardiomegali dan mendukung relevansi profil sarcopenic obesity sebagai faktor risiko pada lansia. Meskipun massa otot rangka total tidak berbeda bermakna, massa otot lengan yang lebih rendah pada kelompok kardiomegali menunjukkan bahwa perubahan komposisi tubuh bersifat segmental dan dapat menjadi indikator awal risiko kardiovaskular. Kesimpulan: Temuan ini menyoroti potensi penggunaan pengukuran sederhana kekuatan genggaman tangan dan analisis adipositas regional sebagai alat skrining yang praktis di komunitas untuk deteksi dini kardiomegali. Penelitian longitudinal dengan evaluasi jantung yang lebih komprehensif diperlukan untuk memvalidasi temuan ini sebagai strategi pencegahan kardiovaskular pada populasi lansia perkotaan.