Korelasi Komposisi Tubuh dengan Risiko Penyakit Jantung berdasarkan Framingham pada Wanita Kelurahan Kota Bambu
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Perubahan komposisi tubuh pada perempuan, termasuk peningkatan adipositas sentral dan penurunan massa otot, berperan penting dalam meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Framingham Risk Score (FRS) memberikan estimasi risiko 10-tahun yang dapat digunakan untuk menilai pengaruh parameter tubuh terhadap profil risiko tersebut. Tujuan: Menilai hubungan antara komposisi tubuh dengan risiko penyakit jantung berdasarkan FRS pada perempuan di Kelurahan Kota Bambu. Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada 82 perempuan. Parameter komposisi tubuh meliputi indeks massa tubuh, lemak subkutan, lemak visceral, serta massa otot rangka. Risiko penyakit jantung dinilai menggunakan FRS. Analisis korelasi Spearman digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel. Hasil: Mayoritas responden berada pada kategori risiko rendah, namun variasi skor FRS cukup luas (0–15). Terdapat korelasi positif signifikan antara lemak tubuh total (r = 0,224; p < 0,05), IMT (r = 0,261; p < 0,05), dan terutama lemak visceral (r = 0,360; p < 0,01) dengan FRS. Sebaliknya, massa otot tubuh utama berkorelasi negatif signifikan dengan FRS (r = –0,257; p < 0,05), menunjukkan efek protektif.
Kesimpulan: Adipositas sentral dan total berperan dalam peningkatan risiko penyakit jantung pada perempuan, sedangkan massa otot menunjukkan kontribusi protektif. Parameter komposisi tubuh dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining dini di komunitas untuk menilai risiko kardiovaskular. Penelitian longitudinal diperlukan untuk memperkuat temuan ini.