Hubungan Trauma Masa Kecil dengan Perilaku Self-harm pada Remaja The Link between Childhood Trauma and Self-harming Behaviors in Adolescents
Isi Artikel Utama
Abstrak
Self-harm merupakan perilaku menyakiti diri sendiri yang sering terjadi pada remaja dan berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi akibat pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak. Trauma masa kecil dapat memengaruhi perkembangan psikologis individu sehingga meningkatkan kerentanan terhadap perilaku self-harm pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara traum
Pendahuluan: Self-harm merupakan perilaku menyakiti diri sendiri yang sering terjadi pada remaja dan berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi akibat pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak. Trauma masa kecil dapat memengaruhi perkembangan psikologis individu sehingga meningkatkan kerentanan terhadap perilaku self-harm pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara trauma masa kecil dengan perilaku self-harm pada remaja. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 494 remaja usia 12–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan instrumen Childhood Trauma Questionnaire-Short Form (CTQ-SF) dan Self-harm Inventory (SHI). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank Correlation Coeffient. Hasil: Analisis menunjukkan adanya hubungan antara trauma masa kecil dan perilaku self-harm (r = 0,570; p < 0,001). Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat trauma masa kecil yang dialami, semakin besar kecenderungan remaja untuk melakukan self-harm. Trauma masa kecil merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku self-harm pada remaja, sehingga deteksi dini pengalaman traumatis perlu mendapat perhatian sebagai upaya pencegahan.